Monday, April 11, 2016

Apa Sih Puasa Yaumul Bidh?

Apa sih yang dimaksud dengan puasa sunnah yaumul bidh? Nah, ayyam merupakan jamak dari kata al yaum yag artinya hari. Sedangkan bidh itu sendiri maknanya adalah putih.

Ayyaamul Bidh maknanya hari-hari cemerlang (putih), bisa juga berarti purnama. Sebagai muslim, sunnah hukumnya untuk melakukan puasa selama 3 hari, mulai tanggal 13 hingga 15 di bulan Hijriyah. Menurut sebagian ulama, pada pertengahan bulan qomariyah pada umumnya bulan bercahaya terang dan bulat penuh. Hari-hari ini biasanya manusia cenderung berbuat kerusakan, menurut sebuah penelitian.


Apa Sih Puasa Yaumul Bidh?
Rasulullah saw menyadari akan labilnya emosi manusia di hari-hari tersebut. Jadi, kita dianjurkan untuk berpuasa di yaumul bidh untuk menetralisir magnitut potensi insane yang cenderung berbuat kejelekan.

Sunnah rasulullah saw ini tertuang dalam berbagai hadits dari Abu Hurairah, Abdullah bin amr bin ash, abu dzar, Ibnu Milhan Al Qoisiy, Ibnu ‘Abbas ra, dll.

Suatu ketika, Mu’adzah bertanya pada sayyidatina ‘Aisyah,


أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya sekehendak beliau).”

Tetapi, hari yang paling afdhal untuk puasa adalah pada hari ke-13, 14, dan 15 di bulan Hijriyah yang juga dikenal sebagai ayyamul biid

Tentu saja, bagi seorang istri harus dengan persetujuan suaminya yang mukmin, jika hendak melakukan puasa ini.

Mungkin itulah sedikit ulasan mengenai puasa yaumul bidh. Semoga kita berniat untuk melaksanakannya.

Monday, December 21, 2015

Apa Dasar Hukum Merayakan Maulid Nabi?

Sobat dunia islam, banyak muslimin bertanya, apa sih dasar hukum maulid nabi? Sebagian golongan menganggap perayaan ini sebagai bid'ah. Apakah benar seperti itu? Lantas, dimana letak penyimpangan peringatan maulid nabi?

Saat manusia berada dalam masa kejahilan, kufur, dan tidak mengenal sang pencipta. Manusia saat itu mengalami krisis moral yang sangat memprihatinkan. Menyembah berhala-berhala tak bernyawa, wanita berbaur dengan bukan mahrom dengan bebasnya, kebiasaan menenggak minuman keras, dan berbagai kejahatan lainnya.

Di tengah situasi seperti itu, rahmat ilahi memancar dari jazirah Arab. Lahirnya seorang rosul yang ditunggu oleh seluruh alam semesta, merupakan rahmat terbesar untuk menghentikan skegelapan dan membawa kepada cahaya yang terang benderang peuh hidayah.

Kelahiran manusia yang paling mulia membuat jagad raya tersenyum, cahaya hidayah membuat semua gembira. Pengarang kitab Maulid Habsyi melukiskan kelahiran beliau saw, dalam syair yang sangat indah:


اشرق الكون ابتهاجا بوجود المصطفى احمد و لأهل الكون انس وسرور قد تجدد


"Alam bersinar benderang bergembira demi menyambut lahirnya Ahmad Al-Musthofa. Penghuni alam semesta penuh suka cita dengan rasa gembira yang berkelanjutan selamanya".


Apa Dasar Hukum Merayakan Maulid Nabi?
Setelah melakukan dakwah dan jihad selama sekitar 23 tahun dengan berbagai macam halangan dan cobaan, beliau saw berhasil membawa mereka dari masa jahiliyah menuju hidayah ilahi.

Setidaknya ada 4 hal yang perlu anda renungi, sebelum bertanya mengenai dalil dan hukum perayaan maulid.

Pertama - Tidakkah layak bagi kita untuk bersyukur, atas kelahiran nabi pada Rabi’ul Awwal di hari Senin?

Apakah layak bagi seorang yang berakal bertanya, "Mengapa kalian mengingat kelahran nabi?" Pertanyaan seperti itu, tidak membutuhkan jawaban. Hal ini didorong oleh perasaan cinta kita kepada beliau saw.


Apa Dasar Hukum Merayakan Maulid Nabi?



Kedua - Peringatan Maulid dilakukan dengan mendengarkan sejarah perjalanan beliau dan bersholawat, menjamu peserta yang hadir dengan makanan halal, menyantuni fakir miskin dan perbuatan baik lainnya.

Ketiga - Perayaan Maulid itu bukan
dengan cara tertentu pada suatu malam, berbeda dengan shalat, zakat, puasa, dan lainnya. Tidak ada satu dalil pun yang melarangnya, karena majelis dzikir untuk mengingat dan mengagungkan Alloh dan Rosul-Nya adalah amal baik.

Keempat - Acara maulid nabi adalah sarana yang baik untuk dakwah, yang mengingatkan kita untuk menjaga akhlaq , memperbaiki muamalah, muasaroh, dll.

Ulama dari Universitas Al-Azhar Mesir bernama Imam Mutawalli Sha`Rawi menulis dalam bukunya, "Jika makhluk merasa bahagia atas lahirnya Nabi saw dan semua tumbuhan gembira atas kelahirannya, semua binatang, malaikat dan jin pun senang atas lahirnya nabi, maka kenapa engkau mencegah kami dari rasa bahagia atas kelahirannya? "

Perayaan Maulid Nabi juga dilakukan di berbagai negara seperti Mesir, Libanon, Suriah, Yordania, Irak, Palestina, Kuwait, Saudi Arabia (sebagian tempat), Uni Emirat, Sudan, Libya, Yaman, Tunisia, Maroko, Aljazair, Mauritania, Somalia, Djibouti, Turki, India, Pakistan, Sri Lanka, Afghanistan, Iran, Azerbaidjan, Turkestan, Uzbekistan, Bosnia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan lainnya.

Jadi, masihkah anda ragu dengan perkara yang baik?

Sumber: FB/Muh.Khanafi

Friday, November 27, 2015

Inilah Alasan Dunia Diciptakan

Dunia islam- Sobat muslim semua, hari ini kita masih tinggal dan menetap di dunia. Menghirup udara segar, menikmati pemandangan alam yang indah, merasakan kelezatan makanan dan kemewahan lain di dunia. Namun, sadarkah kita, bahwa semua ini hanya bersifat sementara. Tidak lama lagi, malaikat Izrail menjemput kita untuk menghadap Alloh Azza wa Jalla.


dunia
Tidak ada seorang pun yang mampu untuk berlama-lama di dunia ini. Para wali, para nabi, dan orang-orang sholih semua tidak lama menghuni dunia ini.

Demikian pula para penjahat, musuh-musuh Alloh seperti fir'aun, hamman, bahkan iblis pun tak mampu hidup kekal di dunia yang bersifat fana. Namanya juga fana, semua benda di dunia ini mudah rusak. Bahkan mobil atau pesawat mewah pun, jika tidak digunakan lama-kelamaan akan rusak juga.

Jadi, untuk apa dunia ini diciptakan? Bagus, jika kita mulai berfikir ke situ. Jauh sebelum dunia ini diciptakan oleh Alloh, yaitu 5000 tahun sebelumnya ternyata sudah tertulis di lauhul mahfuzh tentang ketetapan Alloh, takdir kita. Akan tinggal di mana, setelah kita mati. Dikirim menuju surga yang penuh dengan kenikmatan, ataukah tempat yang penuh dengan penderitaan (neraka)?

Dunia dijadikan oleh Alloh untuk menguji para hamba, apakah ia taat untuk menjalani semua perintah-Nya ataukah ingkar dan kufur terhadap Sang Pencipta?


Inilah Alasan Dunia Diciptakan
Dunia hanya boleh digunakan untuk beribadah kepadaNya, dan semua amal baik yang mengarah kepada ibadah termasuk dakwah. Itulah alasan mengapa para anbiya dan pengikutnya mengajak manusia untuk tunduk dan taat 100% kepada semua aturan yang ditetapkan oleh Alloh.

Jadi, janganlah kita merasa akan kekal dan hidup abadi di dunia ini. Semua orang akan pergi meninggalkan dunia ini, baik dengan rela maupun terpaksa. Dalam keadaan senang, ataupun sedih.

Suatu hari nabiyyulah Ibrahim a.s didatangi oleh malaikat Izra'il. Maka beliau menanyakan maksud kedatangan malaikat maut. Setelah dijelaskan bahwa kedatangan Izra'il ternyata untuk mencabut nyawa sang nabi, maka beliau a.s merasa enggan untuk meninggalkan dunia ini.

Maka malaikat Izra'il menghadap ke hadirat Alloh Azza wa Jalla. Singkat cerita, malaikat pun kembali menemui sang nabi dalam wujud manusia. Ketika nabi Ibrahim berjumpa dengan sosok manusia penjelmaan dari malaikat maut ini, maka beliau tampak mengerutkan dahinya. Beliau bertanya, "Wahai orang tua, berapa usiamu?", nabi menanyakan hal ini karena melihat wajah kakek yang sanagt keriput, tua, dan sangat tidak menarik.

Sang kakek menjawab bahwa usianya telah ribuan tahun. Dan kemudian akhirnya mengaku bahwa ia adalah Izra'il. Seketika itu, nabi ibrahim meminta kepada malaikat maut, untuk segera mencabut nyawa beliau.

Itulah sedikit gambaran dunia yang fana ini, sobat. Satu-satunya alasan bagi kita untuk tetap tinggal di dunia ini adalah masih bisa berbuat baik, masih ada kesempatan untuk bertaubat kembali pada fitrah manusia, kembali kepada semua ajaran nabi Muhammad saw. Mengikuti sunnah-sunnah beliau, mengajak manusia untuk bertaubat bersama kita mengenal Alloh, dan mentaati semua perintahNya. Semoga bermanfaat, Allohu 'Alam.

Saturday, September 26, 2015

Siapakah Sahabat Sejati?

Sahabat dunia islam, empat hari yang lalu penulis sedang tertimpa sebuah ujian. Ketika dalam perjalanan untuk menunaikan hajat dan sebagai bentuk kewajiban, saya bersama istri dan anak melakukan perjalanan dengan naik sepeda motor. Setelah selesai bertemu dengan teman lama, saya pamitan.

Kami segera melanjutkan perjalanan, menuju masjid jami' untuk menunaikan sholat dzuhur. Setelah selesai, kami beranjak untuk mengadakan perjalanan balik ke rumah. Namun, takdir bicara.. Di tengah jalan, motor kami ditabrak oleh seorang pengendara ugal-ugalan. Seketika kami bertiga terjatuh. Istri sempat kehilangan kesadaran beberapa saat, dan mengalami terkilir pada persendiaan tulang. Sehingga pangkal tulang tergeser dari posisi semula. Anak saya pun jatuh sehingga luka-luka di wajahnya.


Siapakah Sahabat Sejati?


Kami pun dibawa ke dokter terdekat untuk mendapatkan perawatan. Teman yang tinggal di dekat kejadian, saya telepon. Akhirnya ia datang dengan mobilnya untuk mengantar kami ke tabib ahli tulang.


sahabat
Pembaca, saya minta maaf jika tulisan ini tiada artinya bagi semua. Saya hanya berharap, agar pembaca sudi mendo'akan kesembuhan kami dan keselamatan kami sekeluarga.

Itulah sebagian alasan, kami jarang update artikel akhir-akhir ini. Atas kejadian ini, saya teringat sebuah atsar (perkataan sahabat nabi) tentang arti sebuah teman.

Seorang bertanya kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a

Wahai Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali, berapakah jumlah sahabatmu itu..?"

Sayyidina Ali menjawab, "Nanti akan kuhitung setelah aku tertimpa musibah" !

Subhanalloh... Benarlah nabi saw, jika Ali dijuluki oleh beliau sbg pintu ilmu!

Saya sungguh merasakan kebenaran dari perkataan sayyidina Ali di atas. Teman sejati adalah mereka yang tetap setia di suasana kesedihan, bukan kegembiraan. Baca artikel lainnya ya, 11 Sifat Baik, 11 Sifat Buruk. Allohu 'alam.

foto via ayobuka.com

Tuesday, August 25, 2015

Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Sobat Dunia Islam, tahukah kalian tentang keutamaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah? Apakah ada perbedaan dibanding dengan hari-hari lainnya? Amalan sunnah apa yang seharusnya kita lakukan? Dzulhijjah adalah termasuk bulan yang diagungkan, dimana pada sepuluh hari pertama di dalamnya Alloh Ta'ala memberikan banyak fadilah.

Dari Ibnu Abbas r.huma bahwa Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda,



ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ

ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻓﻴﻬﻦ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﻪ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﻡ
ﺍﻟﻌﺸﺮ . ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ !! ﻗﺎﻝ : ﻭﻻ
ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ، ﺇﻻ ﺭﺟﻞ ﺧﺮﺝ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ
ﻭﻟﻢ ﻳﺮﺟﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺸﻲﺀ ( ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ


Tiada 'amalan sholih yang lebih dicintai oleh Allah daripada amalan yang dilakukan pada 10 hari ini (hari-hari pertama di bulan Dzulhijjah). Maka para sahabat bertanya, "Tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya namun tidak ada satupun yang kembali." (HR. Bukhari)


Dzulhijjah


Dalil ini menunjukkan tentang fadilah dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Kecuali pada malam hari pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, lebih baik daripada ini. Alasannya adalah Lailatul Qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan. (Tafsir Ibnu Katsir).


Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah


Pertama yang harus sobat lakukan adalah taubat yang ikhlas kepada Alloh SwT. Dilanjutkan dengan melakukan amalan sholih, khususnya berikut ini:

1. Puasa sunnah

Kita sebagai muslim dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah pada sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah. Nabi Muhammad saw sangat menganjurkan hal ini. Seperti disebutkan dalam sebuah hadist qudsi, Alloh berfirman, "Semua amalan Bani Adam untuk dirinya kecuali puasa. Karena amalan ini untuk-Ku, dan aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari)

Ini yang diperbuat oleh Nabi kita, Muhammad saw. Dari Hunaidah bin Khalid dari istrinya, dari sebagian istri-istri Nabi Muhammad saw. Ia berkata,


ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺼﻮﻡ ﺗﺴﻊ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭﻳﻮﻡ
ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ ﻭﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺷﻬﺮ . ﺃﻭﻝ ﺍﺛﻨﻴﻦ ﻣﻦ
ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻭﺧﻤﻴﺴﻴﻦ ” ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ  ﻭﺃﺑﻮ
ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ


"Dulu Nabi saw berpuasa pada sembilan hari pertama bulan dzulhijjah, hari 'Asyura, 3 hari tiap bulan dan hari senin pertama pada setiap bulan dan di dua kamis." (An-Nasai dan Abu Dawud) Baca: Perkara Yang Membatalkan Puasa

2. Perbanyak tahmid, tahlil dan takbir (takbiran)

Disunnahkan untuk membaca tahmid, takbir, tahlil dan tasbih dengan mengeraskan bacaannya ketika di masjid, rumah, jalan-jalan dan setiap tempat yang dibolehkan untuk berdzikir kepada Alloh. Ini juga merupakan bentuk syiar ibadah, serta pengingat kepada muslim lain agar di bulan Dzulhijjah untuk mengagungkan Alloh Ta'ala.

Ini berlaku untuk kaum laki-laki, sedangkan wanita cukup dengan nada suara yang pelan dan lirih.

Allah Ta'ala berfirman,

ﻟﻴﺸﻬﺪﻭﺍ ﻣﻨﺎﻓﻊ ﻟﻬﻢ ﻭﻳﺬﻛﺮﻭﺍ ﺍﺳﻢ
ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﻣﻌﻠﻮﻣﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺭﺯﻗﻬﻢ ﻣﻦ ﺑﻬﻴﻤﺔ
ﺍﻷﻧﻌﺎﻡ ( ﺍﻟﺤﺞ.



"Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak." (QS. Al Hajj: 28)

Menurut Jumhur 'ulama, makna kalimat "al ayyamul ma'lumat" adalah 10 hari pertama bulan Dzuhijjah. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Umar r.huma, dari Nabi saw, beliau bersabda, "Tidak ada amalan yang lebih dicintai Alloh daripada amalan yang dilakukan pada hari-hari yang sepuluh ini, maka perbanyaklah membaca tahlil, takbir dan tahmid.' (H.r Ahmad)

Kini amalan ini seperti asing bagi kita, sangat jarang kita mendengar takbir kecuali sebagian kecil.

Ada riwayat shohih bahwa Abu Hurairah dan
Ibnu Umar r.huma pergi ke pasar ketika waktu 10 hari pertama Dzulhijah. Mereka bertakbir sehingga orang-orangpun ikut bertakbir.

3. Menunaikan haji dan umrah

'Amalan yang paling afdhal selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah menunaikan haji di Baitullah. Jika diberi taufiq oleh Alloh untuk menunaikan ibadah haji dan melakukan syarat dan rukun haji seperti syariat, semoga tergolong ke dalam mereka yang disebutkan oleh Rasulullah saw dalam mafhum hadits, "Haji yang mabrur tidak ada balasannya melainkan surga".

4. Berkurban

'Amalan sholih di bulan Dzulhijjah ini merupakan bentuk taqarrub (mendekat) kepada Alloh dan dengan menyembelih hewan qurban yang baik dan gemuk serta menginfakkan harta di jalan Alloh. Baca: Kurban dan Adab-adabnya!

Mari gunakan waktu agung agar tidak menyesal kelak di kemudian hari. Ummat ini diberkahi dengan adanya waktu-waktu istimewa, sehingga meskipun usianya rata-rata pendek, tetap mendapatkan pahala yang besar. Semoga kita semua diberi hidayah dan taufiq untuk berbuat baik.

Sunday, June 28, 2015

Waktu Untuk Mulai Mengeluarkan Zakat Fitrah

Sobat Dunia Islam, tanpa terasa puasa ramadhan telah berjalan selama beberapa hari. Perintah untuk melakukan ibadah puasa wajib ini, telah dikaitkan dengan kewajiban untuk membayar zakat fitrah. Banyak kaum muslimin yang belum memahami, mengenai waktu mulai untuk mengeluarkan zakat fitrah ( زكاة الفطر )

Zakat fitrah mengandung makna sebab-akibat, penyebab kewajiban ini karena kita sebagai orang mukmin telah selesai menunaikan puasa di bulan Ramadhan. Zakat fitrah disyariatkan sebab adanya "fitri", yaitu waktu puasa telah selesai. Baca: Perkara Yang Membatalkan Puasa.


zakat

Waktu Untuk Mulai Mengeluarkan Zakat Fitrah


Ada perbedaan pendapat (khilafiyah), menurut Mazhab Syafi'iyah bahwa waktu "fitri" adalah mulai matahari
terbenam di hari puasa terakhir hingga fajar terbit pada tanggal 1 Syawal. (Syarh Shahih Muslim An-Nawawi, 7:58).

Menurut Syekh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rah.a zakat fitrah tidak boleh mendahului waktu fitri.

Jadi, waktu yang paling baik untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah pada hari Idul Fitri, sebelum melaksanakan sholat 'ied. Tetapi boleh dimajukan sehari atau 2 hari sebelum sholat 'ied, untuk memudahan pemberi dan penerima zakat. Jika ditunaikan sebelum itu, tidak diperkenankan (menurut pendapat kuat di antara pendapat para 'ulama).

Waktu menunaikan zakat fitrah:

Waktu yang dibolehkan, adalah sehari atau 2 hari sebelum hari raya.
Waktu afdhal, pada hari raya sebelum sholat dimulai.

Pembayaran zakat fitrah yang dilakukan setelah shalat 'ied, hukumnya adalah haram dan zakatnya tidak sah. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu,


"Barang siapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat maka itu adalah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat maka statusnya hanya sedekah." (H.r. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Kecuali bagi orang yang tidak mengetahui tentang hari raya, misalnya tinggal di daratan terpencil sehingga terlambat mengetahui waktu tibanya hari raya, atau semisalnya. Ini termasuk rukhsah, zakatnya dianggap sah karena ia tidak mengetahui.

Golongan yang berhak menerima
zakat fitrah
Ada 8 golongan yang berhak untuk menerima zakat fitrah menurut Al Qur'an Al Karim.
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ

"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu'allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan." (Qs. At Taubah: 60).

Penggunaan kata "innama" dalam ayat ini menunjukkan ketegasan bahwa zakat hanya diberikan untuk 8 golongan itu, tidak untuk yang lainnya.

Sunday, June 14, 2015

Perkara Yang Membatalkan Puasa

Puasa Ramadhan telah tiba, kita harus mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa. Agar puasa diterima, rukun puasa harus dipenuhi serta mencegah beberap perkara agar puasa tidak batal. Ini adalah syarat wajib secara syar’I, sedangkan hakikat puasa hanya diketahui pahalanya oleh Alloh Swt. Demikian pula puasa diterima ataupun tidak, tiada satupun makhluk yang tahu. Artikel terkait: 5 Keistimewaan Puasa Ramadhan. Perkara yang harus dihindari dalam rukun puasa, agar puasa tidak batal adalah:

Puasa
foto: ligakampung.com

9 Perkara Yang Membatalkan Puasa


1. Muntah disengaja

Mulut yang memuntahkan makanan atau minuman dengan disengaja, menyebabkan batalnya puasa. Jika tanpa sengaja atau disebabkan sakit, maka puasa tidak batal.

Abu Hurairah radiyallahu anhu menceritakan, sesungguhnya Nabi saw bersabda,  "siapa yang tidak sengaja muntah, maka ia tidak diwajibkan untuk mengganti puasanya, dan siapa yang sengaja muntah maka ia wajib mengganti puasanya". (Hadits Hasan Gharib, riwayat al-Tirmidzi dan Ibn Majah)

2. Memasukkan benda ke salah satu lubang anggota tubuh dengan sengaja.

Memasukkan benda seperti makanan, minuman dan segala sesuatu yang masuk melalui lubang di tubuh yang bersambung (mutasil) hingga lambung dengan sengaja. Jika perbuatan itu dilakukan tanpa sengaja atau lupa, puasa tidak batal.

..makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam.. (QS. al-Baqarah, 2: 187)

Dalil yang menerangkan tentang makan dan minum karena tidak sengaja atau lupa:

Siapa yang lupa keadaannya sedang berpuasa lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Alloh-lah yang memberikan makanan dan minuman itu". (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1797 dan Muslim: 1952)

3. Melakukan hubungan badan dengan sengaja

Hubungan badan baik dilakukan oleh pasangan suami isteri menyebabkan puasa menjadi batal, jika dilakukan dengan sengaja dan dalam keadaan sadar. Apalagi jika dilakukan oleh pasangan yang tidak sah. Batas minimal adalah masuknya khasafah ke dalam farji, jika kurang dari itu belum membatalkan puasa.

Selain berdosa, hukuman bagi pasutri yang melakukannya di bulan Ramadhan adalah mengganti (qadla) dan membayar kifarat (membebaskan budak wanita yang mu’min).

Jika tidak memiliki budak untuk dimerdekakan ataupun tidak sanggup dari segi biaya, maka dapat diganti dengan puasa selama 2 bulan secara berturut-turut selain bulan Ramadhan. Larangan di bulan Ramadhan aja diterjang, kemungkinan lebih tidak sanggup untuk puasa selama dua bulan. Alternatifnya adalah membayar fidyah untuk diberikan kepada 60 orang fakir atau miskin. Tiap orang mendapatkan 1 mud dari makanan yang seimbang dengan zakat fitrah.

Jika semua denda atau hukuman tidak sanggup dibayar, kafarat tetap tidak gugur dan terus menjadi tanggungan baginya. Ketika ada kemampuan meskipun dengan mencicil, lakukan saja dengan segera.

4. Mengeluarkan air mani akibat bersentuhan

Dengan menyentuh istri, tanpa hubungan badan kemudian air mani keluar maka membatalkan puasa. Demikian pula menggunakan tangan sendiri ataupun istri. Berbeda dengan yang disebabkan oleh mimpi basah, puasa tidak batal.

5. Mengobati Kemaluan ataupun Dhubur

Mengobati salah satu dari saluran tersebut, atau keduanya (kemaluan dan dhubur) dapat membatalkan puasa.

6. Gila

Gila yang dialami oleh seseorang yang sedang melakukan ibadah puasa, menyebabkan puasa batal.

7. Haid (Menstruasi)

Dianggap haid jika usia wanita minimal 9 tahun, paling cepat terjadi selama 24 jam. Secara umum (ghalib), haid terjadi selama seminggu. Paling lama adalah 15 hari. Jarak antara masa haid bulan kemarin dengan sekarang adalah minimal 15 hari. Jika wanita mengalami menstruasi ketika menjalankan puasa, maka puasanya batal.

"kami (kaum wanita) diperintahkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan, tapi tidak diperintahkan untuk mengganti sholat yang ditinggalkan". (Hadits Shahih, riwayat Muslim)

8. Nifas

Wanita yang mengeluarkan darah dari farjinya setelah proses melahirkan dengan rentang waktu hingga 2 bulan (maksimal) juga dapat menyebabkan puasa batal, jika keluar sewaktu berpuasa.

9. Murtad

Suatu hal yang menyebabkan muslim keluar dari agamanya, misalnya mengingkari keberadaan Allah Swt sebagai dzat tunggal, di saat ia sedang melaksanakan puasa, maka jelas membatalkan puasa.

Demikian 9 Perkara yang membatalkan puasa. Selamat menunaikan ibadah puasa, agar mendapatkan Fadhilah Puasa Ramadhan

Penulis: KH. Syaifullah Amin/Red: Ulil H
referensi: nu.or.id