-->
Bismillah, Semoga Bermanfaat untuk Dunia dan Akhirat. Bantu Sebarkan Kebaikan dengan Lkie, Share atau Komen ya..

Sunday, March 29, 2015

Ketika Waktu Berbicara

Dunia Islam - Mu'adz radiyallahu anhu berkata, "Ya Rasulullah, berilah saya sedikit nasihat". Rasulullah saw bersabda, "Beribadahlah kepada Allah swt dengan perasaan seolah-olah engkau melihatNya berada di hadapanmu. Senantiasa anggaplah seolah-olah dirimu berada di kalangan orang-orang yang telah mati. Berdzikirlah kepada Allah swt di dekat setiap batu dan pohon (supaya banyak saksi pada hari Kiamat). Bila terlanjur berbuat dosa, buatlah amal baik sebagai gantinya. Jika dosa itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, maka amalan baik itu pun harus secara sembunyi-sembunyi. Jika dosa itu dilakukan dengan terang-terangan, maka taubat serta amalan baiknya harus dilakukan dengan terang-terangan."



Ibnu Masud radiyallahu anhu meriwayatkan sabda Rasulullah saw, "Kiamat semakin dekat, tetapi manusia semakin menjauhi Allah swt karena tamak pada dunia." (kitab Targhib)

Jabir radiyallahu anhu meriwayatkan sabda Rasulullah saw, "Yang paling aku khawatirkan terhadap umatku adalah kuatnya hawa nafsu dan panjang angan-angan. Hawa nafsu yang kuat menyebabkan tergelincir dari jalan kebenaran, angan-angan yang panjang menyebabkan lupa kepada akhirat. Dunia selalu bergerak dan semakin hari akan semakin menjauhinya. Akhirat juga bergerak, dan semakin hari akan semakin mendekatinya (setiap hari umur manusia semakin berkurang dan semakin dekat ke akhirat)." (kitab Targhib)

Dalam sebuah syair dikatakan, "Wahai orang yang lalai, jika kamu mendengarkan bunyi jam dengan penuh perhatian. Benar-benar ia berkata: Berkurang, berkurang, umurmu dari waktu kehidupan."

Rasulullah saw. bersabda, "Dunia dan akhirat masing-masing memiliki anak. Jika bisa, janganlah menjadi anak dunia (tetapi jadilah anak akhirat). Hari ini adalah hari beramal (untuk menanam benih) dan tidak ada hisab hari ini. Esok kamu akan berada di kampung akhirat ketika tidak ada amal (akhirat adalah tempat menuai hasil)." (kitab Misykat)

Salman Al-Farisi radiyallahu anhu berkata, "Ada tiga jenis manusia, apabila aku teringat kepada mereka, maka aku merasa heran sehingga aku tersenyum.

Pertama adalah orang yang menaruh harapan dan cita-cita pada dunia sedangkan mati hendak menangkapnya.

Kedua adalah orang yang lalal kepada Allah swt, padahal Allah selalu menjaganya.

Ketiga adalah orang yang tertawa dengan penuh gembira sedangkan ia tidak tahu apakah Allah ridha kepadanya atau murka.

Dan ada tiga perkara yang menjadikan aku sangat gelisah, sehingga aku menangis.

Pertama, perpisahan dengan kekasih-kekasihku (Rasulullah saw dan para sahabat) . Kedua memikirkan mati, dan ketiga di padang Mahsyar besok pasti akan menghadap Allah swt, tetapi aku tidak tahu apakah aku diperintahkan untuk memasuki surga atau neraka."

Abu Muhammad Zahid rahmatullah alaih berkata, "Ketika saya sedang mengantar jenazah, Dawud Ath-Tha'i rahmatullah alaih ikut bersama kami. Ketika tiba di tanah pekuburan, ia duduk di suatu tempat seorang diri. Saya pun mendekatinya dan duduk di dekatnya. Ia berkata, "Barangsiapa yang takut terhadap peringatan Allah swt, maka mudah baginya menghadapi perjalanan jauh (akhirat), dan angan-angan yang panjang menyebabkan lalai dari beramal. Apa yang akan datang (kematian) sangatlah berat. Saudaraku, ketahuilah dengan baik bahwa apa saja yang menarik perhatianmu selain Tuhanmu itu terkutuk. Dengarlah, sebanyak apa pun manusia di muka bumi ini, semuanya akan masuk kubur. Pada waktu itu, mereka akan menyesali apa yang telah mereka tinggalkan di sini dan akan merasa gembira dengan apa yang mereka kirimkan lebih dahulu. Mereka yang masih hidup (ahli waris) mulai gaduh, bertengkar, saling mencaci di pengadilan mengenai apa yang telah menyebabkan penyesalan bagi mayit."
(kitab ihya’ Ulumiddin).

Cinta dunia merupakan sebuah kesalah, yang penulis sendiri masih melakukannya. Semoga kita semua diberi hidayahNya.
Continue Reading...

Thursday, March 26, 2015

Ketika Kubur Mengeluarkan Kata-kata

Dunia Islam - Abu Sa'id Al-Khudri berkata, ketika Rasulullah saw datang ke masjid, waktu itu sebagian orang tertawa terbahak-bahak sehingga gigi mereka terlihat. Maka Rasulullah saw bersabda, "Seandainya kalian banyak mengingat mati yang menghancurkan segala kelezatan dan keindahan, maka kalian tidak akan menyibukkan diri dengan banyak tertawa".

Kubur selalu membuat pengumuman setiap hari, "aku adalah rumah untuk dihuni seorang diri, aku adalah rumah untuk didiami dalam keadaan terpisah dari sahabat-sahabat, aku adalah tempat ulat-ulat (yang menanti mayat untuk dimakan)" . Apabila seorang beriman dan shalih diletakkan di dalamnya, maka kubur akan berkata,

"Selamat datang, kedatanganmu sungguh diberkahi. Aku sangat gembira karena kedatanganmu. Di antara semua orang yang berjalan di muka bumi, engkaulah yang paling aku sukai. Hari ini engkau datang kepadaku, maka aku akan memperlihatkan pelayananku kepadamu."



Setelah itu, kubur menjadi luas sejauh mata memandang, satu jendela surga terbuka (maka angin surga serta keharumannya tercium dari kuburnya) .

Tetapi apabila yang dikubur itu banyak dosa atau kafir, maka kubur akan berkata,

"Kedatanganmu tidak diberkahi. Celakalah kamu! Aku sangat tidak suka dengan kedatanganmu, di antara semua orang yang berjalan di.muka burni, kamulah yang paling aku benci. Hari ini kamu dating kepadaku, maka aku akan memperlihatkan sambutanku kepadamu"

Setelah itu, kubur akan menghimpitnya sehingga tulang -tulangnya saling berhimpitan. Rasulullah saw memberi isvarat dengan menyilangkan jari-jari tangan beliau.

Umar bin Abdul Aziz suatu ketika ikut mengantar jenazah. Setelah sampai di pekuburan, ia memisahkan diri dari rombongan lalu duduk memikirkan sesuatu. Seseorang bertanya kepadanya, "Wahai Amirul-Mukminin, apa yang menyebabkan engkau duduk di sini, sedangkan engkau adalah wali bagi jenazah itu?" Ia menjawab, "Ya, kubur ini berkata kepadaku,

"Wahai Umar, tidakkah engkau bertanya kepadaku, apa yang akan aku lakukan terhadap orang-orang yang datang kepadaku setelah mati?", Aku bertanya kepadanya, "Beritahukanlah kepadaku." Kubur berkata kepadaku,

"Aku koyakkan kain kafan mereka, aku hancurkan tubuh mereka hingga berkeping-keping, aku hisap darah mereka, aku makan daging mereka, maukah aku beritahukan apa yang aku lakukan terhadap persendian mereka? Aku memisahkan tangan mereka dari bahu, tangan mereka dari lengan, punggung mereka dari tubuh, paha dari pinggang, lutut dari paha, betis dari lutut, dan telapak kaki dari betis"

Setelah itu, Umar bin Abdul Aziz rahmatullah alaih menangis lalu berkata, "Kehidupan dunia begitu singkat, tipu dayanya terlalu kuat, yang hebat di dunia menjadi hina di akhirat, yang kaya di dunia menjadi fakir di akhirat, pemuda di dunia cepat jadi tua, yang hidup di dunia maka sebentar lagi akan mati. Jangan biarkan dunia menipu dan menarik perhatianmu, padahal kamu selalu melihat betapa cepat dunia berpaling dari orang yang mencintainya. Hanya orang bodoh yang mudah terperangkap dan terperdaya oleh dunia.

Di manakah para pecintanya yang telah membangun kota-kota besar, mengalirkan sungai-sungai yang panjang, memiliki kebun-kebun besar. Mereka hidup di dunia dalam waktu yang sangat singkat, kemudian pergi dari dunia dengan meninggalkan segala sesuatu yang mereka miliki. Ketika hidup di dunia, mereka menikmati kesehatan yang sempurna serta kekuatan jasmani yang telah memperdayakan mereka, sehingga mereka hidup dengan mengikuti hawa nafsu serta melakukan dosa. Demi Allah, mereka dicemburui di dunia karena memiliki banyak harta, mereka mengalami bermacam rintangan untuk mencari harta, namun akhirnya mereka berhasil mengumpulkannya. Orang lain merasa hasad dan dengki kepada mereka, tetapi mereka tidak menghiraukan, dan tanpa ragu terus mengumpulkan harta sambil menahan berbagai kesusahan dan kepayahan dengan suka rela.

Tetapi lihatlah saat ini, bagaimana tanah memperlakukan mereka dan persendian tubuh mereka dimakan oleh ulat, padahal ketika hidup di dunia mereka beristirahat di atas sofa yang halus dan empuk dengan dikelilingi oleh para pembantu dan teman-teman, saudara, kerabat, dan tetangga-tetangga yang selalu mengikuti kehendak mereka. Tetapi, apakah yang kemudian terjadi?

Tanyakanlah kepada mereka bagaimanakah keadaan mereka sekarang? Orang miskin maupun orang kaya, semuanya terbaring di tanah yang sama. Tanyakanlah kepada orang-orang, apa manfaat yang pernah mereka miliki? Tanyakanlah kepada fakir miskin di sana, apakah penderitaan yang mereka alami disebabkan kemiskinan mereka sewaktu di dunia? Tanyakanlah tentang lidah mereka yang telah digunakan untuk berpidato dengan begitu hebat. Tanyakanlah tentang mata mereka yang telah digunakan untuk memandang ke segala arah. Tanyakanlah tentang keadaaan kulit mereka, yang dulu begitu lembut. Terhadap wajah-wajah mereka yang cantik, apa yang sedang dilakukan oleh ulat-ulat di kuburnya?

Warna mereka telah menghitam, daging mereka telah habis, wajah mereka menjadi mengerikan dan ditutup oleh tanah, anggota-anggota tubuh mereka saling terpisah, persendian-persendian tulang mereka telah terputus.

Wahai, di manakah pembantu-pembantu mereka yang senantiasa menyahut, "Saya datang tuanku".Di manakah kemah-kemah dan kamar-kamar yang telah mereka gunakan untuk beristirahat? Di manakah harta benda dan kekayaan yang telah mereka simpan dengan baik? Pembantu-pembantu itu tidak bisa memberi bekal apa-apa untuk makanan di alam kubur. Dalam kubur tidak dihamparkan alas tidur, tidak disediakan bantal, tetapi dibaringkan di atas tanah saja. Tidak juga dihiasi taman-taman bunga atau buah-buahan. Alangkah sedihnya, ia ditinggalkan seorang diri dalam keadaan gelap gulita. Tidak disediakan bantal, tetapi dibaringkan di atas tanah saja. Tidak juga dihiasi oleh taman bunga.

Alangkah sedihnya, ditinggalkan seorang diri dalam keadaan gelap gulita, kini siang dan malam sama saja baginya. Ia tidak lagi dapat berjumpa dengan teman-temannya, tidak dapat menjemput siapa pun. Berapa banyak orang-orang yang semasa hidupnya mempunyal tubuh tegap dan lndah, lelaki yang tampan,wanita yang cantik jelita. Tetapi kini di dalam kubur, tubuh mereka hancur, anggota badannya sudah saling terpisah. Mata yang dulu cantik kini keluar dari lubangnya, bahu sudah terpisah dari tubuh, mulut pun penuh dengan air dan nanah, binatang-binatang melata sedang merayap di seluruh tubuhnya. Ketika mereka tinggal dalam keadaan seperti itu, pasangan mereka telah kawin lagi dengan orang lain dan berada dalam kesenangan. Anak-anak mereka telah mengambil alih sebagai kepala keluarga. Harta mereka telah dibagi-bagikan kepada ahll waris. Tetapi, di antara mereka ada yang bernasib baik sehingga mereka beristirahat dengan kesenangan dengan wajah segar dan berseri. Mereka adalah orang-orang yang lebih mengutamakan akhirat daripada dunia. mengumpulkan bekal untuk dirinya sebelum masuk ke alam kubur.
       
Wahai, orang yang esok hari pasti masuk kubur. Apakah yang menyebabkan engkau terperangkap dalam urusan dunia? Apakah kamu berharap bahwa dunia yang penipu itu akan senantiasa bersamamu? Gedung tempat tinggalmu yang luas dan tinggi, buah-buahan matang di kebunmu, alas tidurmu yang lembut, pakaianmu yang menyejukkan ketika panas. Semuanya akan ditinggalkan.

Apabila maut telah tiba dan menguasaimu, maka tidak ada yang dapat menghalanginya. Kamu akan berkeringat dan tidak berdaya. Alangkah menyesalnya, orang-orang yang hari ini telah menutupkan mata saudaranya yang telah mati, menutupkan mata anaknya dan ayahnya, yang sedang memandikan salah seorang dari kerabatnya, yang sedang mengkafani seseorang, yang sedang pergi ke tanah pekuburan untuk mengantarkan jenazah seseorang. Ingatlah suatu saat nanti, semua itu juga akan terjadi pada dirimu." Diceritakan, seminggu setelah peristiwa itu, Umar bin Abdul Aziz meninggal dunia. (kitab Musammirat).

Rasulullah saw bersabda bahwa ada empat perkara yang merupakan tanda kecelakaan.

  • Mata yang kering (tidak menangisi dosa-dosa sendiri atau tidak ingat terhadap akhirat).
  • Hati yang keras.
  • Angan-angan panjang.
  • Tamak terhadap dunia.
Continue Reading...

Friday, March 6, 2015

Efek Mengurangi Sesuap Makanan

Dari Aisyah r.ha, ia berkata, "Selama hidupnya, Rasulullah saw tidak pernah makan kenyang dengan roti gandum dalam dua hari berturut-turut hingga beliau wafat." (H.R. Tirmidzi – Syama’il). Inilah kehidupan Rasulullah saw yang tidak hanya diceritakan dalam beberapa hadits, tetapi beratus-ratus hadits juga menyatakan bahwa seperti itulah cara Rasulullah saw menjalani kehidupan.




Pada zaman ini banyak terdengar berita tentang kemiskinan dan kelaparan yang menimpa kaum muslimin. Namun, berapa orang di antara mereka yang selama dua hari berturut-turut pernah mengalami tidak makan roti dalam seumur hidupnya?

Dalam kitab Syama'il Tirmidzi juga telah dikutip sebuah hadis mengenai kehidupan keluarga Rasulullah saw Hingga beliau wafat, ternyata mereka tidak pernah makan kenyang selama dua hari berturut-turut, walaupun hanya tepung roti gandum.

Ibnu Abbas r.huma berkata, "Rasulullah dan keluarganya telah menghabiskan malam-malam mereka dalam keadaan tidak makan beberapa malam berturut-turut. Di rumah beliau, semua ahli keluarga mengalami kelaparan sepanjang malam, dan beliau sendiri telah menyambung hidupnya dengan roti gandum saja.

Sahal r.a pernah ditanya seseorang, "Apakah Rasulullah saw biasa makan tepung yang halus?" Ia menjawab, "Mungkin selama hayat beliau yang berkah itu, beliau tidak pernah melihat tepung halus sampai beliau wafat."

Orang itu bertanya lagi, "Apakah pada zaman Rasulullah saw kalian tidak menggunakan penyaring tepung?"

Sahal r.a menjawab, "Saringan tepung belum ada pada zaman Rasulullah saw"

Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana kalian makan tepung dari roti yang belum disaring?"

Jawab Sahal, "Tepung itu kami goyangkan satu kali di tempatnya lalu kami tiup, hingga yang kasar beterbangan, dan yang tersisa itulah yang dimasak dan dibuat roti."

Pada zaman sekarang, roti gandum yang tidak disaring saja terasa berat untuk dimakan, padahal orang-orang yang mulia itu makanannya adalah roti dari tepung kasar yang belum disaring, itu pun tidak sampai kenyang.

Aisyah r.ha berkata, "Apabila aku makan sampai kenyang, aku tidak dapat menahan tangis, sehingga aku terpaksa menangis."

Seseorang bertanya, "Mengapa menangis?"

Ia menjawab, "Aku teringat ketika bersama Rasulullah saw, kami tidak pernah makan kenyang sampai dua kali dalam sehari, baik dengan daging atau roti, sampai beliau wafat.".(Syama'il).

Sa'id Maqburi rah.a berkata bahwa suatu ketika, Abu Hurairah r.a melewati satu rombongan yang sedang makan, dan ayam goreng terhidang di depan mereka. Mereka pun mengajak Abu Hurairah untuk makan bersama, tetapi ia menolak ajakan itu seraya berkata, "Rasulullah wafat dalam keadaan tidak sempat makan roti sampai kenyang, lalu bagaimana aku mau makan daging ayam?" (Kitab Misykat).

Perkataan Abu Hurairah r.a. ini berdasarkan keadaan umum Rasulullah saw, karena beliau pernah makan daging ayam. Sebuah hadits menyebutkan bahwa beliau terbiasa menahan lapar, tetapi bukan karena terpaksa. Walaupun ada makanan, beliau terbiasa mengurangi makanan dan menahan lapar, karena dengan menahan lapar akan menghasilkan nur yang banyak.

Sebuah hadits menyatakan bahwa barangsiapa mengurangi makan dan minum di dunia, maka Allah swt akan membanggakannya di hadapan para malaikat dengan firmannya, "Lihatlah, aku memberikan kekurangan makanan dan minuman, tetapi ia bersabar. Bersaksilah kamu bahwa Aku akan meninggikan derajatnya di surga sesuai dengan setiap suapan yang ia kurangi di dunia."
(kitab ihya’)

Meskipun demikian, hendaknya kita ingat bahwa tidaklah sepantasnya jika kita Mengurangi makan secara berlebihan, sehingga membahayakan kesehatan dan menyebabkan terganggunya ibadah dan dakwah. Inilah sebabnya mengapa kita disunnahkan makan sahur, yaitu agar kita tidak menjadi lemah ketika puasa. Begitu juga, kita disunnahkan tidur pada tengah hari (qailulah) agar dapat membantu ibadah pada tengah malam.

Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada wadah yang lebih buruk daripada perut dari segi isinya. Jika terpaksa makan, hendaknya membagi perut menjadi tiga bagian. Satu bagian diisi dengan makanan, sebagian diisi dengan minuman atau air, dan yang ketiga ditinggalkan kosong untuk pernapasan."

Suatu ketika, Fathimah r.ha membawa sepotong roti kepada Rasulullah saw. Lalu ayahnya bertanya, "Apakah itu?"

Fathimah r.ha menjawab, "Ya Rasulullah, hari ini saya telah memasak roti dan saya  tidak suka memakannya tanpa engkau".

Rasulullah saw menjawab, "Dalam tiga hari, inilah makanan pertama yang masuk ke mulut ayahmu."

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa menahan lapar di dunia, ia akan kenyang di akhirat. Dan Allah swt sangat tidak menyukai banyak makan sehingga tidak dapat dicerna. Barangsiapa tidak makan sesuatu, padahal ia sangat ingin memakannya, maka akan disediakan baginya satu derajat di surga."
Continue Reading...
 

dunia islam Copyright © 2009 |Privacy Policy|WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template