.secret {text-align:centerdisplay:none} .secret-share {padding:20px;text-align:center;border:3px solid #ddd} -->

Thursday, August 14, 2014

Perkataan Abu Nawas Yang Bikin Heboh

Abu Nawas terkenal sebagai orang bijak. Ia sering menyelipkan sindiran-sindiran atas kezaliman melalui candaannya. Ada kisah mengenai Abu Nawas tentang kehebohan orang-orang di pasar, lantaran celotehnya. “Teman-teman, hari ini saya harus mengatakan dengan jujur bahwa saya benci terhadap perkara Haq (kebenaran), dan Jujur aja saya senang dengan fitnah”, Tutur Abu Nawas kepada orang-orang di pasar.

Celoteh Abu Nawas menjadi trending topic di Twitter, Facebook dan beberapa media social lainnya. Eh, ngaco.. Zaman itu belum marak orang menggunakan fb maupun BBM, apalagi Wassap. Jelasnya, ucapan beliau sangat ramai menjadi pembahasan utama di masyarakat.


Kisah Lucu Abu Nawas

Padahal selama ini, beliau dikenal ketakwaan dan kebijaknnya, meski kadang terkesan jenaka. Ucapan Abu Nawas terdengar oleh aparat kepolisian Kerajaan, sehingga ia ditangkap dan dihadapkan kepada Khalifah.


“Abu Nawas, saya mendengar kabar bahwa engkau berkata demikian, benar begitu?” selidik Khalifah.

“Sangat Benar, Baginda,” ujarnya dengan santai.
“Mengapa engkau berkata demikian, apa sudah kafir engkau?”
“Saya rasa Khalifah pun sama dengan saya. Khalifah pasti membenci perkara yang haq,” ujarnya.
“Gila benar engkau ini,” bentak sang Khalifah mulai berang.
“Jangan buru-buru marah dulu, Khalifah. Dengarkan dulu penjelasan saya,” kata Abu Nawas kepada Khalifah.
“Penjelasan apa yang akan engkau dakwahkan. Sebagai Muslim, aku harus membela Perkara yang haq, bukan malah membencinya, tahu tak?” ujar Khalifah mulai geram.
Begini baginda, “Setiap ada yang membacakan talqin kepada mayat, saya selalu mendengar ucapan bahwasanya mati itu haq, demikian pula dengan neraka. Tidakkah khalifah juga membencinya seperti saya?”.

“Hmm, begitu rupanya, masuk akal”. ujar Khalifah setelah mendengar penjelasan Abu Nawas.

“Tapi apa maksudmu dengan mengatakan bahwa engkau suka fitnah?” tanya khalifah menyelidik.

“Begini, Khalifah. Mungkin Anda lupa bahwa di dalam Al-Quran disebutkan bahwa harta benda dan anak-anak kita adalah fitnah. Padahal Khalifah menyenangi harta dan anak-anak Khalifah seperti saya. Benar begitu, Khalifah?”

 “Perkataanmu memang benar, tetapi apa maksudmu menyatakannya di tengah pasar sehingga membuat keributan?” tanya khalifah tak juga mengerti.
“Dengan cara begini saya akan ditangkap dan dihadapkan pada Khalifah,” jawabnya tenang.
“Apa perlunya kamu menghadapku?”

“Agar memperoleh hadiah dari Khalifah,” jawab Abu Nawas tegas.
“Dasar orang pintar,” sahut khalifah. Sidang yang semua tegang untuk mengadili Abu Nawas tersebut menjadi penuh dengan gelak tawa. Tak lupa khalifah memberikan uang sebagai hadiah kepada Abu Nawas dan menyuruhnya meninggalkan istana. Abu Nawas ngeloyor pergi, sambil menyimpan dinar di sakunya. “Alhamdulillah, dapat rejeki lagi,” gumamnya.
Continue Reading...

Friday, July 18, 2014

Idul Fitri Sering diSalah Artikan

Apa kabar sobat dunia islam? Tanpa terasa bulan Romadlon hampir meninggalkan kita. Sebagai seorang mukmin, tentunya kita merasa sedih atas kepergiannya. Belum tentu kita berjumpa dengannya kembali di tahun yang akan datang. Moga Alloh Azza Wa Jalla masih Mempertemukan kita dengan ramadan tahun depan.

Berlalunya ramadan sudah pasti artinya kita masuk bulan syawal. Nah yang ditunggu – tunggu oleh semua kaum muslimin adalah hari raya ‘idul fitri. Sedikit kita bahas tentang makna ‘idul fitri.

Sebagian besar dari kita sering mengartikan ‘idul fitri dengan kembali suci. Bahkan ini sering kita dengar hampir di setiap khutbah sholat ‘ied di seluruh tanah air. Umumnya kita menerima informasi, bahwa di hari ‘idul fitri kita kembali suci seperti bayi baru lahir. Karena semua dosa telah diampuni.

Idul fitri sendiri berasal dari dua kata; id [arab:
عيد] dan al-fitri [arab:الفط ]


Id secara bahasa berasal dari kata aada – ya’uudu [arab: عاد – يعود], yang artinya kembali. Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama. Ibnul A’rabi mengatakan,

سمي العِيدُ عيداً لأَنه يعود كل سنة بِفَرَحٍ مُجَدَّد

Hari raya dinamakan id karena berulang setiap tahun dengan kegembiraan yang baru. (Lisan Al-Arab, 3/315).

Ada juga yang mengatakan, kata id merupakan turunan kata Al-Adah [arab: العادة], yang artinya kebiasaan. Karena masyarakat telah menjadikan kegiatan ini menyatu dengan kebiasaan dan adat mereka. (Tanwir Al-Ainain, hlm. 5).
Selanjutnya kita akan membahas arti kata fitri.

Perlu diberi penekanan, bahwa fitri 'tidak' sama dengan fitrah. Fitri dan fitrah adalah dua kata yang berbeda. Beda arti dan penggunaannya. Namun, mengingat cara pengucapannya yang hampir sama, banyak masyarakat indonesia menyangka bahwa itu dua kata yang sama. Untuk lebih menunjukkan perbedaannnya, berikut keterangan masing-masing,

Pertama, Kata Fitrah

Kata fitrah Allah sebutkan dalam Al-Quran,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ

Hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (QS. Ar-Rum: 30).

Ibnul Jauzi menjelaskan makna fitrah,

الخلقة التي خلق عليها البشر

“Kondisi awal penciptaan, dimana manusia diciptakan pada kondisi tersebut.” (Zadul Masir, 3/422).

Dengan demikian, setiap manusia yang dilahirkan, dia dalam keadaan fitrah. Telah mengenal Allah sebagai sesembahan yang Esa, namun kemudian mengalami gesekan dengan lingkungannya, sehingga ada yang menganut ajaran nasrani atau agama lain. Ringkasnya, bahwa makna fitrah adalah keadaan suci tanpa dosa dan kesalahan.

Kedua, kata Fitri

Kata fitri berasal dari kata afthara – yufthiru [arab: أفطر – يفطر], yang artinya berbuka atau tidak lagi berpuasa. Disebut idul fitri, karena hari raya ini dimeriahkan bersamaan dengan keadaan kaum muslimin yang tidak lagi berpuasa ramadhan.

Terdapat banyak dalil yang menunjukkan hal ini, diantaranya

1. Hadis tentang anjuran untuk menyegerahkan berbuka,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يزال الدين ظاهراً، ما عجّل النّاس الفطر؛ لأنّ اليهود والنّصارى يؤخّرون

“Agama Islam akan senantiasa menang, selama masyarakat (Islam) menyegerakan berbuka. Karena orang yahudi dan nasrani mengakhirkan waktu berbuka.” (HR. Ahmad 9810, Abu Daud 2353, Ibn Hibban 3509 dan statusnya hadia hasan).

Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تزال أمَّتي على سُنَّتي ما لم تنتظر بفطرها النّجوم

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunahku, selama mereka tidak menunggu waktu berbuka dengan terbitnya bintang.” (HR. Ibn Khuzaimah dalam Shahihnya 3/275, dan sanadnya shahih).

Kata Al-Fithr pada hadis di atas maknanya adalah berbuka, bukan suci. Makna hadis ini menjadi aneh, jika kata Al-Fithr kita artikan suci.

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunahku, selama mereka tidak menunggu waktu berSUCI dengan terbitnya bintang”

Dan tentu saja, ini keluar dari konteks hadis.

2. Hadis tentang cara penentuan tanggal 1 ramadhan dan 1 syawal

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ، وَالفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ

“Hari mulai berpuasa (tanggal 1 ramadhan) adalah hari di mana kalian semua berpuasa. Hari berbuka (hari raya 1 syawal) adalah hari di mana kalian semua berbuka.” (HR. Turmudzi 697, Abu Daud 2324, dan dishahihkan Al-Albani).

Makna hadis di atas akan menjadi aneh, ketika kita artikan Al-Fithr dengan suci.

“Hari suci adalah hari dimana kalian semua bersuci”.dan semacam ini tidak ada dalam islam.

Karena itu sungguh aneh ketika fitri diartikan suci, yang sama sekali tidak dikenal dalam bahasa arab.

idul fitri

Suci Seperti Bayi?

Selanjutnya kita bahas konsekuensi dari kesalahan mengartikan idul fitri. Karena anggapan bahwa idul fitri = kembali suci, banyak orang keyakinan bahwa ketika idul fitri, semua orang yang menjalankan puasa ramadhan, semua dosanya diampuni dan menjadi suci.

Keyakinan semacam ini termasuk kekeliruan yang sangat fatal. Setidaknya ada 2 alasan untuk menunjukkan salahnya keyakinan ini,

Pertama, keyakinan bahwa semua orang yang menjalankan puasa ramadhan, dosanya diampuni dan menjadi suci, sama dengan memastikan bahwa seluruh amal puasa kaum muslimin telah diterima oleh Allah, dan menjadi kaffarah (penghapus) terhadap semua dosa yang meraka lakukan, baik dosa besar maupun dosa kecil. Padahal tidak ada orang yang bisa memastikan hal ini, karena tidak ada satupun makhluk yang tahu apakah amalnya diterima oleh Allah ataukah tidak.

Terkait dengan penilaian amal, ada 2 hal yang perlu kita bedakan, antara keabsahan amal dan diterimanya amal.

1. Keabsahan amal.

Amal yang sah artinya tidak perlu diulangi dan telah menggugurkan kewajibannya. Manusia bisa memberikan penilaian apakah amalnya sah ataukah tidak, berdasarkan ciri lahiriah. Selama amal itu telah memenuhi syarat, wajib, dan rukunnya maka amal itu dianggap sah.

2. Diterimanya amal

Untuk yang kedua ini, manusia tidak bisa memastikannya dan tidak bisa mengetahuinya. Karena murni menjadi hak Allah. Tidak semua amal yang sah diterima oleh Allah, namun semua amal yang diterima oleh Allah, pastilah amal yang sah.

Karena itulah, terkait diterimanya amal, kita hanya bisa berharap dan berdoa. Memohon kepada Allah, agar amal yang kita lakukan diterima oleh-Nya. Seperti inilah yang dilakukan orang shaleh masa silam. Mereka tidak memastikan amalnya diterima oleh Allah, namun yang mereka lakukan adalah memohon dan berdoa kepada Allah agar amalnya diterima.

Siapakah kita diandingkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Seusai memperbaiki bangunan Ka’bah, beliau tidak ujub dan memastikan amalnya diterima. Namun yang berliau lakukan adalah berdoa,

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Ya Allah, terimalah amal dari kami. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 127).

Demikian pula yang dilakukan oleh para sahabat dan generasi pengikut mereka. Yang mereka lakukan adalah berdoa dan bukan memastikan.

Mu’alla bin Fadl mengatakan:

كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang bulan Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka ketika di bulan Ramadhan.” (Lathaiful Ma›arif, Ibnu Rajab, hal.264)

Karena itu, ketika bertemu sesama kaum muslimin seusai ramadhan, mereka saling mendoakan,

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم

“Semoga Allah menerima amal kami dan kalian”

Inilah yang selayaknya kita tiru. Berdoa memohon kepada Allah agar amalnya diterima dan bukan memastikan amal kita diterima.

Kedua, sesungguhnya ramadhan hanya bisa menghapuskan dosa kecil, dan bukan dosa besar. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِر

“Antara shalat 5 waktu, jumatan ke jumatan berikutnya, ramadhan hingga ramadhan berikutnya, akan menjadi kaffarah dosa yang dilakukan diantara amal ibadah itu, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Ahmad 9197 dan Muslim 233).

Kita perhatikan, ibadah besar seperti shalat lima waktu, jumatan, dan puasa ramadhan, memang bisa menjadi kaffarah dan penebus dosa yang kita lakukan sebelumnya. Hanya saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan syarat: ‘selama dosa-dosa besar dijauhi.’ Adanya syarat ini menunjukkan bahwa amal ibadah yang disebutkan dalam hadis, tidak menggugurkan dosa besar dengan sendirinya. Yang bisa digugurkan hanyalah dosa kecil.

lebaran

Lantas bagaimana dosa besar bisa digugurkan?

Caranya adalah dengan bertaubat secara khusus, memohon ampun kepada Allah atas dosa tersebut. Sebagaimana Allah telah tunjukkan hal ini dalam Al-Quran,

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. An-Nisa: 31).

Allahu a’lam

sumber: konsultasisyariah.com
Continue Reading...

Friday, June 27, 2014

Efek Positif Puasa Bagi Tubuh

Marhaban Ya Ramadan. Apa kabar sobat 'dunia islam' ? Masih kuat nunggu buka puasa? Tenang sobat, anda sedang tidak sendirian kok. Jutaan muslim maupun muslimah sedang berpuasa bersama anda. Bedanya mungkin pada pahala yang kelak diterima. Karena tentunya tidak sama pahala puasa tiap orang. Ada yang besar ada yang kecil, ada pula yang tidak memperoleh sama sekali pahala puasa (naudzubillah..). Bulan Ramadhan, tentu tidak lepas dengan ngabuburit, eh Puasa Wajib maksudnya. Amalan ini adalah wajib untuk semua muslim maupun muslimah (kecuali ada suatu udzur, sehingga dibolehkan secara syar'i untuk menunda puasa, untuk diqadha nantinya).

Kali ini kita tidak bahas mengenai syarat maupun hal - hal yang merusak puasa dan sebagainya. Melainkan manfaat puasa bagi tubuh kita. Seru kan? Ya udah langsung aja ya..

Puasa Ramadhan
Berikut di antara manfaat puasa bagi jasmani / tubuh kita, terutama untuk kesehatan tubuh:

- Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa 1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.


- Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

- Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.



Manfaat Puasa

- Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.

- Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.


- Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.


Puasa Sehat untuk Tubuh

- Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan member perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.


- Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang meberika pengaruh stumulatif bagi respon imunitas tubuh.


- Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan kadar apoalfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan penyakit jantung dan pembuluh darah.


- Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.


Manfaat Puasa Bagi Tubuh

- Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh ke dua testis.


- Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.


- Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.


Hikmah Puasa

- Bahkan seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk sizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi


- Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai "remarkable".


- Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa


- Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.


Puasa Menyehatkan Tubuh

- Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan "neuroglial cells". Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan "dimakan" oleh sel-sel neuroglial ini.


- Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut "functional Magnetic Resonance Imaging" (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas "motor cortex" yang meningkat secara konsisten dan signifikan.


- Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.


Nah, banyak kan manfaatnya? Masih enggan melakukan ibadah puasa ? Moga menjadi penyemangat ibadah kita.
Continue Reading...

Puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah saw dan yang dilarang

Sobat dunia islam, berhubung sudah dekat sekali dengan ramadhan. Atau bahkan udah masuk bulan ramadhan? Ya udah, kali ini kita bahas sedikit tentang puasa ya.. Berikut Puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah saw :

1. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal

Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh." (HR Muslim, al-Tirmidzi, Abu dawud, dll).

2. Puasa Nabi Daud

Nabi saw. bersabda, "Shalat yang paling Allah sukai adalah Shalat Daud. Dan puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud. Ia tidur setengah malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Lalu, ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari." (HR al-Bukhârî)

3. Puasa Hari Asyura dan Tasu'a (10 dan 9 Muharram)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. ditanya, "Shalat apa yang paling baik sesudah salat wajib?" beliau menjawab, "Shalat di tengah malam." Lalu beliau ditanya, "Puasa apa yang paling baik sesudah Ramadhan?" beliau menjawab, "Bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

Abu Musa al-Asy'ari berkata, "Hari asyura sangat diagungkan oleh Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya." Maka, Rasulullah saw. bersabda,

"Berpuasalah kalian pada hari tersebut." (Muttafaq alaih).

Dalam riwayat lain rasulullah saw. bersabda, "Jika aku masih hdiup hingga tahun depan, aku akan berpuasa hari kesembilannya (pula)." (HR Ahmad dan Muslim).

4. Puasa hari Arafah (9 Dzul hijjjah) bagi yang tidak menunaikan haji

Nabi saw. bersabda, "Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama dua tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang. Sementara, puasa hari Asyura menghapus doosa tahun yang lewat." (HR al-Jamaah kecuali Bukhari dan al-Tirmidzi).

5. Puasa pada bulan Sya'ban

Usamah bin Zaid berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada satu bulan seperti pada bulan Sya'ban." Beliau menjawab, "Ia adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia. yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan saat amal diangkat menuju Tuhan, karena itu, aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa." (HR Abu Daud dan al-Nasai).

6. Berpuasa pada bulan-bulan haram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).

7. Puasa tiga hari pada setiap bulan qamariyah (13,14,15).
Abu Dzarr al-Ghifari berkata, "Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk berpuasa dalam sebulan tiga kali: yaitu tanggal 13, 14, 15. Menurut beliau, ia seperti puasa setahun." (HR al-Nasai).

8.Puasa Senin-Kamis

Nabi saw. biasa melakukan puasa pada hari senin dan kamis. Maka, beliau ditanya tentang hal itu. Beliau menjawab, "Amal hamba dihamparkan pada hari senin dan kamis. Aku ingin amalku dihamparkan sementara aku dalam kondisi puasa." (HR Abu Daud).


Puasa Ramadhan

Ada juga puasa pada waktu tertentu yang hukumnya haram dilakukan, baik karena waktunya atau karena kondisi pelakunya.

1. Hari Raya Idul Fithri

Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa.

2. Hari Raya Idul Adha

Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai Hari Raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.

3. Hari Tasyrik

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12 dan 13 bulan Zulhijjah. Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan hari Raya Idul Adha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa. Pada tiga hari itu masih dibolehkan utnuk menyembelih hewan qurban sebagai ibadah yang disunnahkan sejak zaman nabi Ibrahim as.

4. Puasa sehari saja pada hari Jumat

Puasa ini haram hukumnya bila tanpa didahului dengan hari sebelum atau sesudahnya. Kecuali ada kaitannya dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa sunah nabi Daud, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Maka bila jatuh hari Jumat giliran untuk puasa, boleh berpuasa.

5. Puasa sunnah pada paruh kedua bulan Sya`ban

Puasa ini mulai tanggal 15 Sya`ban hingga akhir bulan Sya`ban. Namun bila puasa bulan Sya`ban sebulan penuh, justru merupakan sunnah. Sedangkan puasa wajib seperti qadha` puasa Ramadhan wajib dilakukan bila memang hanya tersisa hari-hari itu saja.

6. Puasa pada hari Syak

Hari syah adalah tanggal 30 Sya`ban bila orang-orang ragu tentang awal bulan Ramadhan karena hilal (bulan) tidak terlihat. Saat itu tidak ada kejelasan apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau belum. Ketidak-jelasan ini disebut syak. Dan secara syar`i umat Islam dilarang berpuasa pada hari itu.

7. Puasa Selamanya

Diharamkan bagi seseorang untuk berpuasa terus setiap hari. Meski dia sanggup untuk mengerjakannya karena memang tubuhnya kuat. Tetapi secara syar`i puasa seperti itu dilarang oleh Islam. Bagi mereka yang ingin banyak puasa, Rasulullah SAW menyarankan untuk berpuasa seperti puasa Nabi Daud as yaitu sehari puasa dan sehari berbuka.

8. Puasa wanita haidh atau nifas

Wanita yang sedang mengalami haidh atau nifas diharamkan mengerjakan puasa. Karena kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan tidak suci dari hadats besar. Apabila tetap melakukan puasa, maka berdosa hukumnya. Bukan berarti mereka boleh bebas makan dan minum sepuasnya. Tetapi harus menjaga kehormatan bulan Ramadhan dan kewajiban menggantinya di hari lain.

9. Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya

Seorang istri bila akan mengerjakan puasa sunnah, maka harus meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Bila mendapatkan izin, maka boleh lah dia berpuasa. Sedangkan bila tidak diizinkan tetapi tetap puasa, maka puasanya haram secara syar`i. Dalam kondisi itu suami berhak untuk memaksanya berbuka puasa. Kecuali bila telah mengetahui bahwa suaminya dalam kondisi tidak membuthkannya. Misalnya ketika suami bepergian atau dalam keadaan ihram haji atau umrah atau sedang beri`tikaf.

Sabda Rasulullah saw

"Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa tanpa izin suaminya sedanga suaminya ada dihadapannya".

Karena hak suami itu wajib ditunaikan dan merupakan fardhu bagi istri, sedangkan puasa itu hukumnya sunnah. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk mengejar yang sunnah.


Fadilah Puasa
Puasa-puasa sunnah beserta dalilnya adalah sebagai berikut:

1. Puasa Senin Kamis

Dalil puasa senin kamis adalah sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasullullah saw bersabda;

"Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR Tirmidzi no 747. Shahih dilihat dari jalur lainnya)
 
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu'anha, beliau mengatakan, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis." (HR An Nasai no 2360 dan Ibnu Majah no 1739. Shahih.)

2. Puasa 3 hari setiap bulan hijriyah

Dalil puasa tiga hari setiap bulan:

Muadzah bertanya pada ‘Aisyah;

"Apakah Rasulullah saw berpuasa tiga hari setiap bulannya?"
Aisyah menjawab; "Iya"

Muadzah lalu bertanya,"Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?"
Aisyah menjawab;"Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau)."
(HR. Tirmidzi no 763 dan Ibnu Majah no 1709. Shahih.)
 
Dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata "Rasulullah saw biasa berpuasa pada "ayyamul biidh" ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar"
(HR An Nasai no 2345. Hasan)
 
Dari Abu Dzar, Rasullah saw bersabda padanya, "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan hijriyah)."
(HR. Tirmidzi no 761 dan AnNasai no 2424. Hasan)

3. Puasa Daud

Dalil puasa daud adalah sebagai berikut;
Rasulullah saw bersabda,"Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Sholat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari." (HR Bukhari no 3420 dan Muslim no 1159)

4. Puasa di Bulan Sya'ban

Dalil puasa di bulan sya'ban;
 
Aisyah ra mengatakan "Nabi saw tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya'ban. Nabi saw biasa berpuasa pada bulan Sya'ban seluruhnya." (HR. Bukhari no 1970 dan Muslim no 1156)
Tentang hal ini Az Zain Ibnul Munir dalam Nailul Author, Muhammad bin Ali Asy Syaukani, Idarotuh Tob'ah Al Muniroh, menerangkan bahwa yang dimaksud di sini adalah berpuasa pada mayoritas harinya (bukan seluruh harinya).

5. Puasa Enam Hari di bulan syawal

Dalil puasa enam hari di bulan syawal;
Nabi saw bersaabda "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh"
(HR. Muslim no 1164)

6. Puasa di Awal bulan Dzulhijjah

Dalil puasa di awal bulan dzulhijjah;
 
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda "Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi saw menjawab:"Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR Abu Daud no 2438, At Tirmidzi no 757, Ibnu Majah no 1727, dan Ahmad no 1968. Shahih).

7. Puasa Arofah

Dalil puasa arofah;

Puasa Arofah ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. ABu Qotadah Al Anshori berkata," Nabi saw ditanya mengenai keutamaan puasa Arofah, beliau menjawab,"Puasa Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura, Beliau menjawab,"Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu" (HR. Muslim no 1162).
 
Penjelasan tambahan;
Untuk orang yang sedang berhaji, tidak dianjurkan melaksanakan puasa Arofah. Dalilnya adlah sebagai berikut;Dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata; "Nabi saw tidak berpuasa ketika di Arofah. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu, beliaupun meminumnya." (HR Tirmidzi no 750. Hasan Shahih).

8. Puasa Asyura

Dalil puasa Asyura;

Nabi saw bersabda "puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. (HR. Muslim no 1163)

Penjelasan tambahan:
Puasa Asyura di laksanakan pada tanggal 9 dan 10 dzulhijjah.

Moga bermanfaat.



ref: bumiajipanatagama.com
Continue Reading...

Wednesday, June 4, 2014

Mimpi Terindah Abu Nawas

Abu Nawas sedang melakukan pengembaraan suci bersama dengan seorang Ahli Yoga dan seorang Pendeta. Dalam suatu kesempatan ketika sedang istirahat dan akan menyantap bekal makanan yang mereka bawa, Sang Pendeta berkata,

"Bagaimana kalau kita menguji diri sendiri?"

"Maksudmu?" tanya Abu Nawas.

"Begini, barangsiapa bermimpi paling indah dalam tidurnya, maka ia berhak mendapat bagian terbanyak. Yang kedua lebih sedikit dan yang terburuk akan mendapat paling sedikit," jelas Sang Pendeta.
Mereka pun setuju. Ketiganya lalu mengambil tempat masing-masing untuk tidur. Namun sebenarnya, diam-diam Abu Nawas mencium gelagat yang kurang baik. Ia merasa bahwa sang Pendeta dan ahli yoga ingin mengerjai dirinya.

Esok harinya mereka bangun hampir bersamaan. Satu per satu pun menceritakan mimpinya.


Ahli Yoga dengan wajah berseri-seri mulai bercerita, "Tadi malam aku bermimpi memasuki sebuah taman yang mirip sekali dengan Nirwana. Aku merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan dalam hidup ini."

"Betul-betul luar biasa,". komentar sang pendeta. Lalu ia pun menceritakan mimpinya, "Aku seolah-olah menembus ruang dan waktu. Dan secara tidak sengaja aku bertemu dengan pendiri agamaku. Yang lebih membahagiakan adalah aku diberkati oleh beliau."

Ahli yoga memuji kehebatan mimpi si pendeta. Sementara Abu Nawas hanya diam saja mendengar apa yang dituturkan mereka.

"Bagaimana dengan mimpimu?" tanya sang ahli yoga.

Abu Nawas diam sejenak. Ia mengatur nafas lalu dengan tenang mulai menceritakan mimpinya.

"Kalian tentu tahu Nabi Khidir. Beliau adalah maha guru para sufi. Tadi malam aku bermimpi berbincang-bincang dengan beliau. Beliau menanyakan apakah aku berpuasa atau tidak. Aku katakan aku berpuasa karena aku memang tidak makan sejak dini hari. Kemudian beliau menyuruhku segera berbuka karena hari sudah malam. Tentu saja aku tidak berani mengabaikan perintah beliau. Aku segera bangun dari tidur dan langsung menghabiskan makanan kita."

Sang pendeta dan ahli yoga tersenyum kecut saling berpandangan. Sementara Abu Nawas tetap duduk tenang tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Continue Reading...

Tipuan Bodoh Kalahkan Tuan Pelit

Puasa Ramadhan hari ini adalah hari ke enam. Seperti biasanya, Abu Nawas duduk di beranda depan rumahnya sambil menanti bedug maghrib tiba. Sambil memandang ke arah langit biru yang mulai nampak senja, Abu Nawas berpikir bagaimana supaya dapur rumahnya bisa tetap mengepul.

Di lain tempat, ada seorang tuan tanah yang rumahnya tidak jauh dari rumah Abu Nawas. Sebagai seorang tuan tanah, tentu saja punya rumah yang besar. Komplit dengan gudang makanan. Punya lahan peternakan besar. Hampir semua warga di kampung itu bahkan termasuk Abu Nawas sendiri bekerja kepada tuan tanah itu. Bekerja keras tiap hari, tetapi hasil sedikit. Dan apabila meminjam bunga kepadanya maka harus mengembalikan dengan bunga yang teramat tinggi. Dan sebagai tuan tanah, dia punya sifat yang kikir, pelit, tamak dan loba.

Tuan tanah ini baru saja mendengar berita bahwa Abu Nawas mempunyai suatu keahlian dan kebiasaan yang aneh. Jika ia meminjam sesuatu maka pasti akan dikembalikannya secara lebih, katanya pinjamannya itu beranak. Seperti meminjam seekor ayam maka ayam itu akan dikembalikan dua karena ayam itu beranak. Menarik juga kepandaian dan kebiasaan Abu Nawas ini, fikir sang tuan tanah. Tuan tanah lalu memutar otaknya agar Abu Nawas segera meminjam uang darinya.




Sungguh kebetulan sore itu Abu Nawas ingin meminjam kepada tuan tanah berupa 3 butir telur. Kontan aja, Tuan tanah senang memberi pinjaman kepadanya karena pinjaman itu akan menjadi banyak disebabkan beranak pinak. Bahkan tuan tanah itu menawarkan kepada Abu Nawas meminjam yang lain. Abu Nawas menjawab tidak perlu. Dia hanya perlu 3 butir telur aja. Tuan tanah itu menanyakan kepada Abu Nawas, kapan telur itu akan mulai beranak? Abu nawas menjawab, itu tergantung keadaan.

Lima hari berlalu, Abu Nawas kembali ke rumah tuan tanah tersebut. Mengembalikan telur yang dipinjamnya menjadi 5 butir. Melihat 5 butir telur betapa senangnya si Tuan tanah. Tuan tanah lalu menawari Abu nawas apakah ia akan meminjam lagi. Abu Nawas pun meminjam piring tembikar sebanyak 2 buah. Tuan tanah itu memberikan dengan senang hati dan berharap piringnya itu menjadi banyak.

Lima hari pun berlalu, Abu Nawas datang dengan membawa 3 piring tembikar. Walaupun tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi hati si tuan tanah cukup gembira karena dua piring dulu hanya melahirkan 1 anak saja. Tak apalah fikir sang tuan tanah karena bisa aja orang mempunyai anak tunggal bahkan tidak memiliki anak.

Abu Nawas dan Tuan tanah sama – sama senang. Maka dari itu tuan tanah mau meminjamkan uang senilai 1000 dinar. Jumlah yang sangat besar, gaji buat seluruh karyawan dan pekerjanya selama 1 bulan penuh. Tuan tanah itu berangan – angan bahwa uang yang dipinjam oleh abu nawas nanti akan digunakan untuk apa,, karena akan banyak beranak. Tuan tanah itu menanti dengan tidak sabar. Ditunggunya selama lima hari, abu nawas tidak kunjung datang. Setelah satu bulan, Abu nawas juga tidak datang. Saat tuan tanah akan mendatangi rumah Abu Nawas dengan centengnya, Abu Nawas datang. Mulanya tuan tanah gembira tapi sesudah Abu Nawas menjelaskan persoalannya, bukan main marahnya tuan tanah itu.

"Sayang sekali tuan, sayang beribu sayang. Uang yang saya pinjam itu, bukannya beranak, malah tiga hari setelah saya bawa pulang, mati mendadak.".

Mendengar penuturan Abu Nawas,  betapa geramnya si tuan tanah. Hampir saja Abu Nawas dihajar oleh centeng tuan tanah. Untung saja ada teman – temannya yang baru pulang dari bekerja. 

Tuan tanah itu mengadukan ke Pengadilan. Ia  berharap Abu Nawas akan digantung atau bahkan dihukum rajam !!. Dan, pengadilan pun digelar.

Abu Nawas membeberkan semua duduk permasalahanya. Demikian juga tuan tanah itu menjelaskan. Pengadilan pun memutuskan cukup rasional (masuk akal). Kalau sesuatu bisa beranak sudah pasti bisa mati. Dan Abu nawas telah menjalankan perannya dengan baik, cukup amanah.

Seketika tuan tanah yang tamak itu pingsan selama beberapa lama dan sulit dibangunkan. Ia telah tertipu karena wataknya sendiri yang kikir, tamak, pelit.
Continue Reading...

Abu Nawas Lolos dari Amarah Istri

Ternyata Abu Nawas punya istri yang pencemburu. Pada saat Abu Nawas pulang larut malam, sang istri selalu marah-marah. Pada suatu hari, Abu Nawas keluar rumah sampai larut malam. Hal itu membuat istrinya merasa gelisah, resah dan emosi karena sudah berjam-jam menunggu di rumah. Ia tidak bisa tidur lantaran Abu Nawas yang masih belum jelas keberadaannya. Hal ini membuat istri Abu Nawas menyiapkan sebuah rencana untuk memarahi Abu Nawas ketika dia pulang nanti.

Malam kian pekat dan begitu gelap, namun Abu Nawas tak jua kembali pulang ke rumah.

Tiba-tiba saja, dalam situasi seperti itu, terdengar suara seperti orang yang hendak masuk dari jendela rumah yang dibikin dari kayu. Spontan saja, mendengar suara itu istri Abu Nawas pun langsung siap siaga untuk melancarkan aksinya.

Ia segera menuju jendela sambil memegang erat-erat sepotong kayu  lumayan besar. Ia mengira bahwa Abu Nawas sengaja masuk rumah melalui jendela karena takut didamprat olehnya.

Tidak berselang lama masuklah seseorang melalui jendela yang ukurannya relatif kecil. Dalam situasi dan keadaan yang begitu gelap, wajah orang tersebut tak kelihatan. Tapi istri Abu Nawas yang sudah terbakar emosinya langsung aja memukulkan kayu besarnya ke orang tadi. Ia memukul si orang tadi secara membabi buta hingga membuat orang yang disangka suaminya itu jatuh tidak berdaya.. !!

"Ampun... Ampun...," ucap orang tersebut meraung kesakitan.

Karena pukulan yang membabi buta istri Abu nawas tersebut hingga membuat orang tadi terkapar di lantai. Istri Abu Nawas pun merasa sangat-sangat puas dengan tindakannya itu. Ia beranggapan bahwa tindakannya  tersebut setimpal atas kesalahan suaminya, si Abu Nawas.

"Ayo cepat bangun, lain kali jangan diulangi lagi,, pulang larut malam !!" kata istri Abu Nawas dengan nada lantang membentak.

Ehh...setelah ditunggu-tunggu beberapa lama, orang tersebut tidak juga bangun-bangun. Maka istri Abu Nawas
mulai penasaran. Dalam pencahayaan yang sangat kurang, ia mencoba melihat dengan penuh seksama orang yang dipukul olehnya tadi.


Betapa kagetnya istri Abu Nawas, orang itu ternyata bukan suaminya. Ia bahkan tidak mengenali wajah orang yang barusan dipukulinya. Dalam situasi seperti itu, istri Abu Nawas lspontan aja menyebut orang itu sebagai seorang pencuri dan ia pun berteriak dengan keras.

"Tolong.. Ada pencuri...tolong...toloong... ada pencuri .. !!," teriak istri Abu Nawas.

Kontan aja teriakan tersebut membuat para warga berhamburan keluar dari rumah masing-masing untuk menangkap pencuri yang dimaksud. Segera meraka menuju ke lokasi datangnya suara. Tidak lama kemudian mereka  tiba di rumah Abu Nawas. Mereka lantas meringkus pencuri yang sudah tak berdaya di lantai.

Peristiwa tersebut membuat para warga merasa bangga dan bersyukur sekaligus agak heran. Ada seorang pencuri yang ditaklukkan hanya oleh seorang wanita !!. Pencuri itu babak belur terkena pukulan dari istri Abu Nawas yang luar biasa !!

"Wah, benar-benar hebat !!, Pencuri ini sampai terbaring tiada berdaya di lantai. Mungkin butuh waktu berminggu-minggu kalau mau pulih kembali keadaanya," kata salah seorang warga.

"Maaf Saudara-saudara, saya tidak bermaksud menyakitinya, apalagi sampai separah ini. Ini murni kekeliruan !" kata istri Abu Nawas.

"Keliru bagaimana maksudnya ?" tanya warga.

"Waktu itu, orang ini masuk lewat jendela dapur. Dan saya mengira ia adalah suami saya yang baru aja pulang berpesta, bersenang-senang dengan teman-temannya, makanya langsung saya pukul." jelas istri Abu Nawas.

Tidak berapa lama, Abu Nawas pun datang ditengah-tengah mereka. Setelah mendengar dan tau duduk perkaranya, ia pun tersenyum kecil dan bersyukur.

"Untung aja bukan saya yang dihajar, makanya jangan main pukul, beginilah akibatnya," kata Abu Nawas. Namun demikian, Abu Nawas cukup bangga dengan keberanian istrinya yang sanggup melumpuhkan seorang pencuri cuma seorang diri.
Continue Reading...
 

dunia islam Copyright © 2009 |Privacy Policy|WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template