Assalamu alaikum.. Selamat Datang di DUNIA ISLAM,, Semoga Ada Manfaatnya Dunia dan Akhirat. Jika Berkenan,, Tekan Control + D Klik Done. Jazakalloh Khoiron..

Selasa, 14 Januari 2014

Sekilas Tentang Maulid Nabi SAW

Di banyak tempat, maulid adalah kerayaan tahunan yang meriah. Di berbagai kitab kuno, kita mendapatkan bahwa para ulama besar seperti As-Suyuthi, Ibn Hajar al-Asqalani, Ibn Jauzi dan Ibn ‘Abidin tidak melarang maulid Nabi. 


Dalam kitab حسن المقصد في عمل المولد Imam As-Suyuthi menulis, 

عندي أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن ورواية الأخبار الواردة في مبدأ أمر النبي وما وقع في مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف

“Menurut saya, prosesi rangkaian maulid yang terdiri atas berkumpulnya manusia, membaca al-Qur’an, membaca riwayat tentang Nabi dan peristiwa kelahirannya serta menyantap makanan kemudian selesai, tanpa ada tambahan macam-macam adalah inovasi (bid’ah) yang baik yang mendapat balasan pahala pelakunya, sebab di dalamnya ada penghormatan kepada kemuliaan Nabi dan mempertegas rasa bahagia atas kelahiran Nabi yang mulia.”
Dari penjelasan singkat As-Suyuthi itu – dan ulama lainnya – perayaan Maulid adalah suatu “inovasi yang baik” Disebut “inovasi” sebab memang tak dikenal di zaman Nabi, juga tidak di zaman para sahabat Nabi. Esensi-nya adalah, bahwa pada hari Maulid itu, umat Islam berbahagia atas kelahiran Rasul-Nya dan kemudian mengungkap rasa bahagia dalam syair seperti yang ditulis oleh Syeikh al-Barzanji.

Dalam satu hadits shahih, Rasulullah SAW diriwayatkan berkata bahwa Abu Lahab diringankan azabnya pada setiap hari Senin. Kok bisa? Ya, sebab, dia berbahagia ketika Nabi lahir. (Maklum, Nabi adalah keponakan Abu Lahab dari garis Abdul Mutholib). Karena itu, al-Hafiz Syamsuddin ad-Dimasyqi menulis suatu syair:


إذا كان هذا كافرا جاء ذمه * وثبت يداه في الجحيم مخلدا
أتى انه في يوم الاثنين دائما * يخفف عنه للسرور بأحمدا
فما الظن بالعبد الذي طول عمره * بأحمد مسرور ومات موحدا

Jika dia (Abu Lahab) saja yang kafir telah jelas dosanya * kekal tangannya berada di neraka jahim Datang (berita) bahwa pada setiap hari senin selalu * diringankan darinya (azab neraka) karena bahagia dengan (kelahiran) Muhammad. Maka, bagaimana pula dengan hamba yang sepanjang hidupnya * dengan (kelahiran) Muhammad dia berbahagia dan mati dalam keadaan beriman.

Selama ini, kita meyakini bahwa Nabi lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun gajah. Bacaan lebih lanjut sesungguhnya boleh membuat kita berbeda pendapat. Misalnya, tentang hari-nya: Senin. Keyakinan ini didasari pada hadits Nabi ketika ditanya mengapa Nabi suka berpuasa di hari Senin? Jawabnya: “Ini adalah hari di mana aku dilahirkan.” (HR Muslim)


Jadi ini bisa dikatakan sbg jawaban kepada mereka yang sedikit2 bilang bid'ah, sesat dsb. Tanyakan pada diri anda, jika anda seorang muslim dan mukmin... Apakah anda merasa lebih baik dari abu lahab?, sedangkan ia yg jelas kafir, waktu nabi Muhammad saw (calon nabi waktu itu) lahir, bergembira.

sebagian besar materi diambil dari : dakwatuna.com
Continue Reading...

Senin, 04 November 2013

Semangat Hijrah di Tahun Baru Islam

Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.

Memang kita bisa merasakan bedanya peristiwa penyambutan tahun baru Masehi dan tahun baru Islam (Hijriah). Tahun baru Islam disambut biasa-biasa saja, jauh dari suasana meriah, tidak seperti tahun baru Masehi yang disambut meriah termasuk oleh masyarakat muslim sendiri. Sebagai titik awal perkembangan Islam, seharusnya umat Islam menyambut tahun baru Islam ini dengan semarak, penuh kesadaran sambil introspeksi, merenungkan apa yang telah dilakukan dalam kurun waktu setahun yang telah berlalu.



Tapi ada satu kelebihan yang masih banyak dilakukan di beberapa pondok pesantren dan beberapa pengajian majelis ta’lim dalam memperingati tahun baru Islam (Hijriah), yaitu pada penghayatan makna peringatan itu sendiri untuk bisa dijadikan sebagai sarana instrospeksi diri. Sebaliknya, di awal tahun baru Masehi, pada umumnya yang ditonjolkan hanya aspek yang berkaitan dengan duniawi, kulit luarnya saja.

Banyak manusia yang terlena oleh momen pergantian tahun. Waktu penting yang seharusnya dijadikan sarana instrospeksi diri, malah telah disalahgunakan sebagai sikap melampaui batas, berhura-hura semalam suntuk hingga terbit matahari…bukannya untuk mendekatkan diri…memohon ampun kepada Allah SWT, tapi malah sebaliknya, mengatas namakan kegembiraan, mereka melupakan nikmat Allah dengan menggelar kemungkaran dan sikap-sikap yang membawa kehancuran dan amarah Allah… naudzubillahimindaliq.

Dalam bahasa Arab, hijrah bisa diartikan sebagai pindah atau migrasi. Tafsiran hijrah disini diartikan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah, sehingga setiap tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagi hari besar Islam. Memang, sejak hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib, sebuah kota subur, terletak 400 kilometer dari Makkah, Islam lebih memfokuskan pada pembentukan masyarakat muslim yang tidak kampungan dibawah pimpinan Rasulullah.

Itulah sebabnya kota Yastrib dirubah namanya menjadi Al-Madinah yang artinya “kota” atau lebih tenar lagi disebut kota Rasulullah. Inilah satu nilai yang sangat penting kenapa hijrah dijadikan sebagai titik awal terbitnya fajar baru peradaban umat Islam. Terbitnya fajar baru ini berkat hijrah. Maka hijrah dengan demikian selalu membuat perubahan. Hijrah merupakan usaha dan semangat besar manusia yang ingin merubah masyarakat yang beku menjadi manusia yang maju, sempurna dan bersemangat.




Jadi inti dari peringatan tahun baru Hijriah adalah pada soal perubahan, maka ada baiknya momen pergantian tahun ini kita jadikan sebagai saat saat untuk merubah menjadi lebih baik. Itulah fungsi peringatan tahun baru Islam.

Ada 3 pesan perubahan dalam menyambut tahun baru Hijriah ini, yaitu:

1. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama / hal-hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun baru ini.
2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah SWT, seperti membiasakan shalat dhuha 2 raka’at, suka sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, dll.
3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya.

Berbicara tentang perkembangan Islam, tentu tidak bisa lepas dari peristiwa hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Dakwah Nabi di Makkah pada saat itu banyak mengalami rintangan berupa tantangan dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy. Selama kurun waktu 12 tahun sejak Nabi diutus, dakwah Rasulullah tidak mendapat sambutan menggembirakan, bahkan sebaliknya banyak menghadapi terror, pelecehan, hinaan, dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy yang dikomandani oleh papan Nabi sendiri, yaitu Abu Lahab.

Karena itu, Rasulullah diperintahkan Allah SWT untuk pindah (hijrah). Akhirnya, beliau meninggalkan kota kelahiranya Makkah, berhijrah ke kota Madinah. Di Madinah, Nabi dan para sahabat Muhajirin mendapat sambutan hangat oleh kaum Anshar (penduduk asli Madinah).

Agama Islam pun mengalami perkembangan amat pesat. Dalam kurun waktu relatif singkat, hanya sekitar 8 tahun, suara Islam mulai bergema ke seluruh penjuru alam dan Islam pun berkembang meluas ke seluruh pelosok permukaan bumi. Karena itu tidak mengherankan jika peristiwa hijrah merupakan titik awal bagi perkembangan Islam dan bagi pembentukan masyarakat muslim yang telah dibangun oleh rasulullah.

Menurut para pakar sejarah, masyarakat muslim, kaum Muhajirin dan Anshar, yang dibangun Rasulullah SAW di Madinah merupakan contoh masyarakat ideal yang patut ditiru, penuh kasih sayang, saling bahu-membahu dan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan peribadi. Karena itu, tidak mengherankan jika Khalifah Umar bin Khattab menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal perhitungan tahun baru Islam, yang kemudian dikenal dengan tahun baru Hijriah,

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu” (Al-Hujurat [49]: ayat 13)

Umat manusia kadang-kadang terjebak kepada sesuatu yang bersifat jangka pendek, dan melupakan sesuatu yang bersifat jangka panjang. Manusia sering tergesa-gesa dan ingin cepat berhasil apa yang diinginkannya, sehingga tidak sedikit yang menempuh jalan pintas. Islam menekankan bahwa hidup ini adalah perjuangan dan dalam berjuang pasti banyak tantangan dan rintangan.

Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti jijrahnya rasul, mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama, namun kita wajib untuk hijrah dalam makna “hijratun nafsiah” dan “hijratul amaliyah” yaitu perpindahan secara spiritual dan intelektual, perpindahan dari kekufuran kepada keimanan, dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah, perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu, dengan mendatangi majelis-majelis ta’lim, perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi, dengan kerja keras dan tawakal.

Pendek kata niat yang kuat untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan umat sehingga terwujud “rahmatal lil alamin” adalah tugas suci bagi umat Islam, baik secara indifidual maupun secara kelompok. Tegaknya Islam dibumi nusantara ini sangat tergantung kepada ada tidaknya semangat hijrah tersebut dari umat Islam itu sendiri.

Semoga dalam memasuki tahun baru Hijriah yakni tahun 1431 Hijriyah ini, semangat hijrah Rasulullah SAW, tetap mengilhami jiwa kita menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang, sehingga predikat yang buruk yang selama ini dialamatkan kepada umat Islam akan hilang dengan sendirinya, dan pada gilirannya kita diakui sebagai umat yang terbaik, baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, tinggi intelektualnya dan terpuji, amin.

Oy, admin lupa 1 hal .. menurut sebagian 'ulama, menyebut madinah dg Yastrib tidak diperkenankan lho. Hendak bayar kifarohnya. Yakni ucapkan madinah 10 x. Allohu 'alam.

Wabillahit-taufiq wal hidayah


source: mohsafrudin.blogspot.com
Continue Reading...

Kamis, 24 Oktober 2013

Asalkan Tiada 2 Tempat

Sobat Dunia Islam,, Mari renungkan sejenak...

Ada seseorang Kaya Raya, Harta Melimpah ruah, Punya banyak perusahaan, punya saham di mana-mana. Ibaratnya uang tinggal cetak aja, mau yang nominal kecil atau besar, mau fotonya pahlawan yg mejeng di lembaran uangnya atau foto dirinya sendiri ( hemm,, yg ni ngaco ). Pokoknya apa yang ia pengen serba kesampaian. Pengen beli tanah, pulau, bahkan planet sekali pun ! ( jika mungkin ) maka tinggal tunjukkan jari. Maka Banyak orang memujinya, menyanjung.. Mendekatinya jika bisa.

Hmmm... Hebat ya , si Kaya Raya ??. Benar. Hebat sekali, seandainya tidak ada makhluk yg namanya 'Maut'. Sebentar lagi si Kaya Raya Pun jatuh sakit, lalu meninggalkan semua kekayaannya yg ia banggakan di dunia fana ini. Atau tanpa sakit, tau2 malaikat izro'il menarik keras2 nyawa dari jasadnya. naudzubillah

Ada Seorang Pejabat Tinggi. Tinggal tunjuk sana, tunjuk sini. Suruh sana,  suruh sini. Beres semua urusan. Tiada Hukum yang bisa hentikan sepak terjangnya di dunia ini. Tiada satu pun hakim yang bisa memvonis saat ia berbuat kejahatan, kecurangan. Seolah semua manusia berada di bawah telapak kaki kekuasaannya.

Hmmm.. Hebat benar si Pejabat yang kebal hukum dunia. Benar, seandainya tiada balasan kelak di akhirat. Pengadilan Maha Dahsyat di yaumil mizan, yaumul akhirot. Di mana yang ada hanyalah seorang hamba yang berdiri untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya sewaktu di dunia kepada Dzat Yang Maha Adil, Maha Perkasa.

Begitu seterusnya.. Kecantikan, ketampanan seorang, kegagahan, perhiasan, rumah, keturunan, marga, suku, tehnologi, sistem. semua pada akhirnya akan sirna.

Silahkan jika masih berucap... Wow cantiknya luar biasa wanita itu.. !! Ya, tapi sayang sebentar lagi ia akan keriput, bongkok tubuhnya, gigi2 mulai rontok... dan jadi akhirnya di kubur juga.

Boleh jika kagum atas kekayaan seorang. "Super ! dia tuh Billyuner, milyuner ". Ya, sayang sebentar lagi seluruh hartanya tidak ikut dibawa saat ia dimasukkan ke liang kubur. Bahkan sekeping koin pun tidak.

Masih ada yang anda kagumi setelah baca di atas ..???

Hal tesebut di atas berlaku sama terhadap kekuasaan seseorang, jabatan, atau kehebatan2 lainnya.

Jadi... Tidak ada yang layak dibanggakan di dunia ini. Tidak ada yang patut dipertahankan, diperjuangkan, dikejar mati2 an.

Lalu, bagaimana dengan perintah Alloh SWT tentang kerja ?  Kerja kan ibadah ! Zholim jika tidak ikhtiar ! Bagaimana nafkahi keluarga ??

Sobat.. Kerja (cari nafkah halal ) memang bagian dari Perintah Alloh Ta'ala. Namun perlu di tancapkan dlm hati bahwa Alloh Perintahkan hal tsb bukan bertujuan agar hambanya mencintai dunia ini. Kerja, cari nafkah utk keluarga hendaklah sewajarnya, jgn sampai lalai hingga tinggalkan Perintah Alloh yang lainnya, semisal Sholat, dzikir dsb. Intinya Alloh tidak menganjurkan kita untuk tamak (toma'), serakah, pelit dan lalai.

Seberapa pun yang kita dapat. Mau tidak mau akan kita tinggalkan juga. Dunia tidaklah hebat seperti kata orang2 . Tiada yang layak dipertahankan di dunia ini, selai satu hal yaitu Amal2 sholih.


Dunia masih pantas kita sayang2 karena cuma di dunia ini kita bisa berbuat baik, beramal sholih, beribadah sebanyak2nya, mencari keRidloan Alloh, Berdakwah, bersedekah, berdzikir..

Sejak diputuskan adanya kematian di dunia ini, maka tiada lagi kehebatan dunia..

Sejak adanya makhluq yang namanya Maut, dunia tidaklah Gagah.
Adanya sakit, tua, musibah, derita.. semua buktikan bahwa dunia benar2 fana.

Dunia bisa hebat asal tiada 2 tempat, yakni Kuburan dan Tempat Sampah.

Moga bisa dijadikan hikmah, selagi kita masih di dunia ini. belum terlambat utk menyadari semua.



Jadikan dunia ini sebagai sarana untuk mencari Ridlo Alloh. Aamiin.
Continue Reading...

Kamis, 17 Oktober 2013

Kurban dan Adab-adabnya

- Dalil disyariatkannya kurban:



فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

"Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan sembelihlah kurban." (Al-Kautsar: 2).

- Allah juga berfirman,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari'atkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang dikaruniakan Allah kepada mereka." (Al-Hajj: 34).

- Orang yang disyariatkan untuk berkurban, adalah: Islam, Baligh dan berakal, Mampu.

Hewan Yang Sah Untuk Kurban

- Kurban yang paling utama ialah unta, kemudian sapi, kemudian kambing. Unta dan sapi untuk tujuh orang, dan kambing untuk satu orang. (Muslim).

- Unta disyaratkan telah masuk tahun ke-6. Sapi dan kambing telah masuk tahun ke-3. Dan domba telah masuk umur 2 tahun, atau telah gugur gigi depannya.

- Sebaik-baik kurban ialah yang telah gugur gigi-gigi depannya. (Ahmad).

- Selamat dari cacat yang mengakibatkan berkurang dagingnya. Ada empat hewan cacat yang tidak sah untuk berkurban; Binatang celak yang nyata celak matanya, Binatang sakit yang nyata sakitnya, Binatang pincang dan nyata pincangnya, dan Binatang kurus yang tidak bersungsum. (Tirmidzi, AbuDawud).

Waktu berkurban

- Waktu berkurban dimulai sesudah terbit matahari pada hari raya Idul Adha, sampai terbenamnya matahari pada hari Tasyriq yang terakhir. Hari Tasyriq ialah tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Semua hari Tasyriq adalah hari penyembelihan. (Ibnu Hibban).

- Jika menyembelih sebelum waktu tersebut, maka itu hanyalah daging hidangan biasa dan bukan termasuk ibadah. (Bukhari, Muslim).


Sunnah-sunnah Dan Adab Berkurban

- Apabila masuk hari ke sepuluh dari bulan Dzulhijjah, dan ada niat untuk berkurban, maka disunnahkan agar jangan menghilangkan sedikit pun dari rambut dan kukunya sampai kurban terlaksana. (Muslim).

- Disunnatkan agar menyembelih sendiri hewan kurbannya. Jika tidak, karena ada udzur atau lainnya, hendaklah ia menyaksikan penyembelihannya.

- Pada tetasan pertama dari darah hewan kurban, akan mendapat ampunan atas dosa-dosa yang telah lewat. (Hakim).

- Sunnah bagi pemerintah atau imam kaum muslimin untuk berkurban dengan mengambil biayanya dari Baitul Maal untuk seluruh kaum muslimin. Nabi saw. mengurbankan seekor domba, seraya mengucapkan ketika menyembelihnya, "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad." (Muslim).

- Boleh dimakan sebagiannya dan dianjurkan memberi makan kepada orang yang bukan peminta-minta juga peminta-minta. (Al-Hajj: 36).

- Jangan menjual kulit hewan kurbannya, sehingga tidak sah kurbannya. (Baihaqi).
Continue Reading...

Selasa, 01 Oktober 2013

Fathimah az-zahra R.ha dan Gilingan Gandum

Assalamu 'alaikum sahabat Dunia Islam.. Ada sebuah Kisah tentang puteri Rasulullah saw. Simak yukk..

Suatu hari masuklah Rasulullah saw menemui anandanya Fathimah az-zahra r.ha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah saw bertanya pada anandanya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis".

Fathimah r.ha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkan ananda menangis". Lalu duduklah Rasulullah Saw di sisi anandanya. Fathimah r.ha. melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah".


Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah saw mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah saw meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan". (QS At Tahrim : 6)

.. Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka.

Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.

Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.

Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "Teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotul maut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".

sumber: Syarah 'Uquudil lijjaiin-Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani.
Continue Reading...
 

dunia islam Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template