-->
Bismillah, Semoga Bermanfaat untuk Dunia dan Akhirat. Bantu Sebarkan Kebaikan dengan Lkie, Share atau Komen ya..

Wednesday, March 4, 2015

Cinta Dunia Adalah Bagian Dari Tipu Daya Syaitan

Luqman a.s adalah seorang ahli hikmah yang terkenal, sehingga nasihat-nasihatnya disebutkan di dalam Al-Qur'an. Ia adalah seorang hamba dari Habsyah yang berkulit hitam. Dengan limpahan rahmat dan karunia Allah swt., ia menjadi seorang ahli hikmah. Dalam beberapa riwayat dinyatakan bahwa Allah swt. telah menawarkan pilihan kepadanya, apakah ia menginginkan kerajaan ataukah hikmah. Ternyata ia lebih memilih hikmah.

Ilmu hikmah yang ia miliki dan nasihat-nasihat kepada anaknya yang diterangkan dalam banyak hadits sungguh menakjubkan.

Ketika ia sedang duduk bersama orang lain dalam suatu majelis, datanglah seorang laki-laki yang singgah ke tempat itu dan berkata kepadanya "Bukankah engkau dahulu seorang harnba sahaya dari kaum itu?" la menjawab, Benar, saya pernah menjadi hamba sahaya mereka. Orang itu bertanya lagi, Bukankah engkau yang pernah menggembalakan kambing di dekat kaki bukit itu?" la menjawab, "Ya, sayalah orangnya" Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana engkau dapat mencapai derajat yang sangat tinggi?" Ia menjawab, "Karena saya melakukan beberapa hal dengan sungguh-sunguh, takut kepada Allah, berkata benar, menunaikan amanah dengan sempurna, dan menjauhkan dlri dari perbuatan sia-sia."


Ia berkata, "Wahai anakku, berharaplah kepada Allah, tetapi janganlah engkau kehilangan rasa takut kepada-Nya. Takutlah kepada adzab Allah, tetapi janganlah engkau berputus asa dari rahmat-Nya. Anaknya bertanya, "Bagaimana mungkin aku dapat menaruh perhatian kepada keduanya, takut dan harap, sedangkan hatiku hanya satu?" Ia menjawab, "Demikianlah sifat orang beriman, seolah-olah ia mempunyai dua hati. Salah satunya menyimpan harapan yang sempurna, dan satunya lagi menyimpan rasa takut yang sempurna kepada Tuhannya.

Ia juga berkata, "Wahai anakku, banyak-banyaklah membaca RabbighfirIi, karena di sisi Allah ada waktu tertentu, jika engkau meminta kepada-Nya, Dia pasti akan mengabulkan permintaanmu. Wahai anakku, tidak ada amal shalih tanpa keyakinan. Barangsiapa yang lemah, maka amalannya menjadi cacat.


Ketika Nabiyullah Sulaiman sedang dalam perjalanan terbang menaiki singgasananya, burung-burung beterbangan di atasnya, jin-jin dan manusia berada di sisi kanan dan kirinya. Ketika beliau melalui tempat seorang ‘abid, maka ahli ibadah itu berkata, "Allah telah memberi kerajaan yang besar kepada engkau."

Maka Nabiyullah Sulaiman menjawab, "Satu subhanallah dalam catatan amal seorang muslim lebih utama daripada semua ini. Karena, kerajaan ini akan cepat habis, sedangkan pahala subhanallah dari sisi Allah akan tetap kekal selamanya." Rasulullah saw bersabda bahwa barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, ia tidak memiliki pertalian dengan Allah swt dan akan terperangkap dalam empat perkara:


1. Kegelisahan yang tidak akan berakhir (karena terus-menerus berpikir untuk menambah kekayaan dunia.
2. Kesibukan yang tidak akan memberi kesempatan kepadanya untuk menikmati waktu Luang.
3. kemiskinan dan kesempitan yang tidak akan memberi istighna' (kepuasan).
4. Angan-angan yang panjang yang tidak akan tercapai.

Dalam shuhuf Ibrahim terdapat firman Allah swt, "Wahai dunia, betapa hinanya kamu dalam pandangan hamba-hamba-Ku yang shalih, sedangkan kamu berhias diri untuk menarik perhatian mereka. Aku telah menanamkan ke dalam hati mereka permusuhan terhadap kamu. Aku telah memalingkan hati mereka darimu, tidak ada satu makhluk pun yang lebih hina darimu.

Abu Umamah r.a berkata bahwa ketika Rasulullah saw diutus, maka syaitan mengirim pasukannya untuk mengetahui masalah yang sebenarnya. Setelah membuat siasat, mereka melaporkan bahwa seorang nabi telah diutus. Nabi itu mempunyai umat yang sangat banyak. Maka syaitan bertanya, "Apakah cinta kepada dunia ada dalam hati mereka?" Mereka menjawab, "Ya, cinta kepada dunia juga ada dalam hati mereka."

Maka syaitan berkata, "Kalau begitu, aku tidak khawatir meskipun mereka tidak menyembah berhala, aku akan memberi mereka tiga perkara untuk menguasai mereka:

1. Penghidupan yang tidak sesuai dengan syariah
2. Pembelanjaan yang tidak dibenarkan oleh syariat.
3. Tidak membelanjakan di tempat yang benar."

Ali r.a berkata bahwa harta yang halal di dunia akan dihisab, dan harta yang haram akan menyebabkan adzab. Malik bin Dinar rahmatullah alaih berkata, "Selamatkanlah dirimu dari ahli sihir (dunia), bahkan hati ulama pun ia sihir."

Malik bin Dinar rahmatullah alaih berkata, "Kita semua seolah-olah sudah saling membuat perjanjian damai untuk bersepakat mencintai dunia sehingga tidak ada di antara kita yang sanggup menyuruh orang lain berbuat kebaikan atau mencegah mereka dari berbuat kemungkaran. Tidak mungkin Allah swt akan membiarkan kita selalu dalam keadaan seperti ini, yakni tidak diketahui kapan turunnya adzab yang pasti akan turun pada suatu saat nanti.

Hasan r.a berkata, "Jika Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, ia akan diberi sedikit saja dari dunia, setelah itu dihentikan. Apabila sudah habis, barulah ia diberi sedikit lagi. Tetapi orang yang hina di sisi-Nya diberi dunia yang banyak." Seorang yang wara' biasa berdo’a kepada Allah, "Wahai Dzat Yang Mahasuci, Yang menghalangi langit tidak jatuh ke bumi, halangilah dunia agar tidak datang kepadaku."
Continue Reading...

Sunday, January 11, 2015

Download Murottal 30 Juz Syeikh Shuraim

Assalamu 'alaikum, sobat Dunia Islam yang InsyaAlloh diRahmati Alloh SWT. Kali Ini, Dunia Islam Akan berbagi murottal gratis 30 juz yang dibaca oleh syeikh Shuraim.

Bagi yang belum kenal dengan syeikh Syuraim, beliau adalah ulama yang sangat tersohor di kalangan para santri maupun orang awam. Bukan hanya sebagai qori, syeikh Syuraim juga termasuk ulama besar yang memahami ilmu syariat (fikih). Tidak berhenti sampai disitu, beliau juga seorang penulis.

Sekilas mengenai syeikh Syuraim


foto: ytimg.com

Su’ud bin Ibrahim bin Muhammad Alu Syuraim lahir di Riyadh, ibu kota Arab Saudi pada tahun 1386 H. Dimulai belajar  di Madrasah urain kemudian syeikh Syuraim melanjutkan ke madrasah  An Namudzajiyah, kemudian melanjutkan belajar di  Al Yarmuk Asy Syamilah dan berhasil lulus pada tahun 1404 H. Syeikh Syuraim kemudian melanjutkan mempelajari ilmu di Fakultas ushuluddin, jurusan Aqidah dan Madzhab-madzahab kontemporer di Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud di Riyadz. Setelah lulus di tahun 1409 H, beliau melanjutkan ke jenjang S2 di Ma’had ‘Aly lilqodho meraih gelar magister di perguruan tinggi tersebut pada tahun 1413 H.
Pada tahun 1416,  Syeikh Syuraim melanjutkan ke jenjang S3 di Universitas Ummul Quro  Makkah dan meraih gelar doctor di bidang Fiqih di tahun 1423 H dengan predikat mumtaz.

Beberapa prestasi syeikh Syuraim

1. Menjadi dosen di Ma’had ‘Aly lilqodho, pada tahun 1410 H.
2. Menjadi seorang imam dan khotib di Masjidil haram pada tahun 1412, sebelumnya bertugas sebagai imam di Riyadh.
3. Menjadi seorang hakim di kota Makkah pada tahun 1413 H, setelah akhirnya mengundurkan diri di tahun 1418.
4. Menjadi seorang ustadz di Masjidil Haram pada tahun 1414 H. Serta dosen di fakultas Syari’ah Universitas Ummul Quro, di kota Makkah.
5. Sekarang beliau memperoleh gelar Profesor di bidang Fiqih, dan menjadi seorang Dekan di Fakultas Syari’ah dan pendidikan Islam.

Hafalan al Quran yang dimiliki oleh Syeikh Syuraim

Syeikh Syuraim memiliki kecerdasan yang luar biasa. Beliau menghafalkan Al Quran di usia muda. Bahkan, diceritakan bahwa beliau menghafal surat an Nisa saat berhenti untuk menunggu lampu merah.

Beberapa karya tulisan yang beliau buat antara lain:

- Karomaat al anbiya
- Kaifiyyatu tsubutin nasab”tulisan tangan”
- Al Minhaj lilmu’tamir wal haaj
- Al Mahdi Al Muntadzor ‘Inda Ahlis Sunnah
- Ushul Fiqh sual wa jawab
- Wamidz Minal haram( kumpulan khutbah)
- At tuhfah al makiyyah Syarh haiyah ibn abi dawud al aqdiyyah
- Khasyiah ‘Ala Lamiyah ibn Al qoyyim
- Fiqh Al Khotib wal Khutbah
- Kholishuljaman thdzib manasikil haj min Adhwail bayan
- Al Marji’aat haula inkar Mushtofa Mahmud ahadits asy syafaat

Majelis yang beliau buat di Masjidil Haram

- Isrojulkhuyul fi nadhomil Qowa’idil arba’ wa tsalatsatul ushul
- Silsilah Syarh kitab Kasyfusy syubuhat
- An nadhom al habir fi fanning wa ushulit tafsir
- Silsilah Syarh Qosidah haiyah ibn abi dawud.

Demikian beberapa kelebihan yang diberikan oleh Alloh kepada syeikh syuraim. Semoga kita diberi keberkahan dari ilmu beliau.

Download Murottal 30 Juz oleh Syeikh Shuraim


001 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Faatihah
002 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Baqarah
003 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ali 'Imran
004 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An Nisaa'
005 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Maa'idah
006 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al An'aam
007 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al A'raaf
008 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Anfaal
009 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat At Taubah
010 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Yunus
011 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Huud
012 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Yusuf
013 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ar Ra'd
014 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ibrahim
015 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Hijr
016 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An Nahl
017 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Israa'
018 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Kahfi
019 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Maryam
020 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Thaahaa
021 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Anbiyaa'
022 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Hajj
023 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Mu'minuun
024 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An Nuur
025 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Furqaan
026 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Asy Syu'araa'
027 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An Naml
028 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Qashash
029 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al 'Ankabuut
030 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ar Ruum
031 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Luqman
032 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat As Sajdah
033 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Ahzab
034 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Saba'
035 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Faathir
036 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Yaasiin
037 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ash Shaaffaat
038 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Shaad
039 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Az Zumar
040 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Mu'min
041 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Fush shilat
042 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Asy Syuura
043 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Az Zukhruf
044 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ad Dukhaan
045 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Jaatsiyah
046 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Ahqaaf
047 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Muhammad
048 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Fath
049 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Hujuraat
050 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Qaaf
051 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Adz Dzaariyaat
052 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ath Thuur
053 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An Najm
054 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Qamar
055 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ar Rahmaan
056 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Waaqi'ah
057 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Hadiid
058 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Mujaadilah
059 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Hasyr
060 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Mumtahanah
061 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ash Shaff
062 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Jumu'ah
063 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Munaafiquun
064 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat At Taghaabun
065 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ath Thalaaq
066 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat At Tahriim
067 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Mulk
068 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Qalam
069 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Haaqqah
070 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Ma'aarij
071 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Nuh
072 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Jin
073 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Muzzammil
074 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Muddatstsir
075 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Qiyaamah
076 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Insaan
077 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Mursalaat
078 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An Naba'
079 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An Naazi'aat
080 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat 'Abasa
081 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat At Takwiir
082 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Infithaard
083 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Muthaffifiin
084 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Insyiqaaq
085 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Buruuj
086 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Ath Thaariq
087 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al A'laa
088 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Ghaasyiyah
089 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Fajr
090 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Balad
091 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Asy Syams
092 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Lail
093 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Adh Dhuhaa
094 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Alam Nasyrah
095 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat At Tiin
096 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al ´Alaq
097 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Qadr
098 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Bayyinah
099 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Zalzalah
100 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al ´Aadiyaat
101 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Qaari´ah
102 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat At Takaatsur
103 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al ´Ashr
104 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Humazah
105 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Fiil
106 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Quraisy
107 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Maa´uun
108 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Kautsar
109 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Kaafiruun
110 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An Nashr
111 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Lahab
112 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Ikhlash
113 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat Al Falaq
114 | Murottal Quran [Sheikh Saud Ash-Shuraim]- Surat An-Naas

Bagi sobbat yang ingin mengunduh (download) mp3 Murottal syeikh Sudais, silahkan menuju > Murottal Al-Quran 30 Juzz oleh Syekh Abdurrahman Sudais

Semoga Bermanfaat bagi kita semua.


Sumber:
www.download.quranicaudio.com

majelis-albarokah.com
Continue Reading...

Friday, January 2, 2015

Abu Nawas Mengajari Sapi Mengaji

"Panggil Abu Nawas kesini, sekarang!"  Raja Harun Al-Rasyid member perintah kepada seorang pengawalnya.
 
"Tuan Abu Nawas, anda disuruh oleh baginda raja untuk menghadap beliau di istana, sekarang" kata pengawal raja kepada Abu Nawas, setibanya di rumah Abu Nawas.

Pengawal raja pun meninggalkan Abu Nawas, untuk kembali ke istana. Setengah jam kemudian, Abu Nawas menyusulnya.

"Abu Nawas, tahukah engkau perihal perintahku untuk memanggilmu kesini?" Tanya raja Harun.
abu-nawas

"Begini, Abu Nawas. Aku ingin supaya engkau mengajari sapiku untuk mengaji Al-quran. Engkau harus bisa membuat sapiku mampu membaca Al-quran. Jika tidak, engkau akan dihukum mati!" raja melanjutkan kata-katanya.

"Baik, tuanku. Hamba siap melaksanakan perintah dari tuan" jawab Abu Nawas. Setelah itu, raja menyuruh menteri untuk membawakan seekor sapi, untuk dibawa pulang bersama Abu Nawas.

Tiba di rumahnya, Abu Nawas mengikat sapi tersebut ke sebatang pohon kurma. Keesokan harinya, sapi itu dipukulnya dengan menggunakan rotan hingga berulang-ulang. Saat sapi hendak mengamuk, Abu Nawas mengucapkan kata "atau". Kata itu diulang-ulang olehnya tiap hari.

Tanpa terasa, setengah bulan telah berlalu. Raja menyuruh seseorang untuk melihat apa yang diperbuat oleh Abu Nawas terhadap sapinya.

Setelah melihat perbuatan Abu Nawas terhadap sapinya, orang suruhan raja tadi kembali ke istana untuk melapor.

"Ampun, tuanku. Saya melihat Abu Nawas sedang memukul sapinya berulang-ulang sambil mengajarkan kata ‘atau’. Setiap sapinya hendak mengamuk, ia selalu mengucapkan kata tersebut sebanyak tiga kali" tutur orang suruhan raja tersebut.

Raja sangat heran mendengar penuturan tersebut. Setelah berfikir, raja berucap, "Panggil ke sini Abu Nawas, sekarang! Aku penasaran, apakah sapinya sudah bisa mengaji ataukah belum?".

Akhirnya Abu Nawas tiba di hadapan raja. Setelah mengucapkan salam, raja bertanya kepadanya.

"Abu Nawas, aku ingin tahu. Apakah engkau telah mengajari sapi itu? Apakah sapi itu sudah bisa ngaji?" Tanya raja penuh rasa penasaran.

"Oh, sudah. Tapi baru sedikit yang ia bisa, tuanku" jawab Abu Nawas.

"Aku mendengar kabar, engkau cuma mengajari kata ‘atau’ kepada sapi tersebut sebanyak tiga kali. Apa maksud semua ini?" Tanya baginda.

"Ampun, tuanku. Kata ‘atau’ sebanyak tiga kali maksudnya adalah kalau bukan sapi yang mati, atau hamba, atau tuanku raja, atau tidak ada salah satu dari kita, saya belum puas. Sebab, sampai habis umur sapi tersebut, ia tidak akan bisa ngaji. Itulah alas an saya mencambuknya sampai mati. Sehingga saya tidak punya kewajiban lagi untuk mengajarinya, atau saya yang akan mati, atau tuanku yang mati duluan, atau salah satu dari kita bertiga. Barulah selesai persoalan sapi ini" Abu Nawas menjelaskan.

Raja terperanjat mendengar penuturan Abu Nawas. Tanpa mampu berkata sepatah kata pun. Setelah terdiam beberapa saat, tiba-tiba raja tersenyum sambil berkata, "Baiklah, Abu Nawas. Ambillah sapi ini, atau engkau dapat menjualnya, atau dijadikan sate"

"Dengan senang hati, tuanku" Sahut Abu Nawas sambil pamit untuk membawa sapi pulang ke ruamhnya. Tapi, kali ini bukan untuk dicambuk lagi.
Continue Reading...
 

dunia islam Copyright © 2009 |Privacy Policy|WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template