Tuesday, August 25, 2015

Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Sobat Dunia Islam, tahukah kalian tentang keutamaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah? Apakah ada perbedaan dibanding dengan hari-hari lainnya? Amalan sunnah apa yang seharusnya kita lakukan? Dzulhijjah adalah termasuk bulan yang diagungkan, dimana pada sepuluh hari pertama di dalamnya Alloh Ta'ala memberikan banyak fadilah.

Dari Ibnu Abbas r.huma bahwa Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda,



ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ

ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻓﻴﻬﻦ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﻪ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﻡ
ﺍﻟﻌﺸﺮ . ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ !! ﻗﺎﻝ : ﻭﻻ
ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ، ﺇﻻ ﺭﺟﻞ ﺧﺮﺝ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ
ﻭﻟﻢ ﻳﺮﺟﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺸﻲﺀ ( ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ


Tiada 'amalan sholih yang lebih dicintai oleh Allah daripada amalan yang dilakukan pada 10 hari ini (hari-hari pertama di bulan Dzulhijjah). Maka para sahabat bertanya, "Tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya namun tidak ada satupun yang kembali." (HR. Bukhari)


Dzulhijjah


Dalil ini menunjukkan tentang fadilah dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Kecuali pada malam hari pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, lebih baik daripada ini. Alasannya adalah Lailatul Qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan. (Tafsir Ibnu Katsir).


Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah


Pertama yang harus sobat lakukan adalah taubat yang ikhlas kepada Alloh SwT. Dilanjutkan dengan melakukan amalan sholih, khususnya berikut ini:

1. Puasa sunnah

Kita sebagai muslim dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah pada sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah. Nabi Muhammad saw sangat menganjurkan hal ini. Seperti disebutkan dalam sebuah hadist qudsi, Alloh berfirman, "Semua amalan Bani Adam untuk dirinya kecuali puasa. Karena amalan ini untuk-Ku, dan aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari)

Ini yang diperbuat oleh Nabi kita, Muhammad saw. Dari Hunaidah bin Khalid dari istrinya, dari sebagian istri-istri Nabi Muhammad saw. Ia berkata,


ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺼﻮﻡ ﺗﺴﻊ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭﻳﻮﻡ
ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ ﻭﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺷﻬﺮ . ﺃﻭﻝ ﺍﺛﻨﻴﻦ ﻣﻦ
ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻭﺧﻤﻴﺴﻴﻦ ” ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ  ﻭﺃﺑﻮ
ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ


"Dulu Nabi saw berpuasa pada sembilan hari pertama bulan dzulhijjah, hari 'Asyura, 3 hari tiap bulan dan hari senin pertama pada setiap bulan dan di dua kamis." (An-Nasai dan Abu Dawud) Baca: Perkara Yang Membatalkan Puasa

2. Perbanyak tahmid, tahlil dan takbir (takbiran)

Disunnahkan untuk membaca tahmid, takbir, tahlil dan tasbih dengan mengeraskan bacaannya ketika di masjid, rumah, jalan-jalan dan setiap tempat yang dibolehkan untuk berdzikir kepada Alloh. Ini juga merupakan bentuk syiar ibadah, serta pengingat kepada muslim lain agar di bulan Dzulhijjah untuk mengagungkan Alloh Ta'ala.

Ini berlaku untuk kaum laki-laki, sedangkan wanita cukup dengan nada suara yang pelan dan lirih.

Allah Ta'ala berfirman,

ﻟﻴﺸﻬﺪﻭﺍ ﻣﻨﺎﻓﻊ ﻟﻬﻢ ﻭﻳﺬﻛﺮﻭﺍ ﺍﺳﻢ
ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﻣﻌﻠﻮﻣﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺭﺯﻗﻬﻢ ﻣﻦ ﺑﻬﻴﻤﺔ
ﺍﻷﻧﻌﺎﻡ ( ﺍﻟﺤﺞ.



"Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak." (QS. Al Hajj: 28)

Menurut Jumhur 'ulama, makna kalimat "al ayyamul ma'lumat" adalah 10 hari pertama bulan Dzuhijjah. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Umar r.huma, dari Nabi saw, beliau bersabda, "Tidak ada amalan yang lebih dicintai Alloh daripada amalan yang dilakukan pada hari-hari yang sepuluh ini, maka perbanyaklah membaca tahlil, takbir dan tahmid.' (H.r Ahmad)

Kini amalan ini seperti asing bagi kita, sangat jarang kita mendengar takbir kecuali sebagian kecil.

Ada riwayat shohih bahwa Abu Hurairah dan
Ibnu Umar r.huma pergi ke pasar ketika waktu 10 hari pertama Dzulhijah. Mereka bertakbir sehingga orang-orangpun ikut bertakbir.

3. Menunaikan haji dan umrah

'Amalan yang paling afdhal selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah menunaikan haji di Baitullah. Jika diberi taufiq oleh Alloh untuk menunaikan ibadah haji dan melakukan syarat dan rukun haji seperti syariat, semoga tergolong ke dalam mereka yang disebutkan oleh Rasulullah saw dalam mafhum hadits, "Haji yang mabrur tidak ada balasannya melainkan surga".

4. Berkurban

'Amalan sholih di bulan Dzulhijjah ini merupakan bentuk taqarrub (mendekat) kepada Alloh dan dengan menyembelih hewan qurban yang baik dan gemuk serta menginfakkan harta di jalan Alloh. Baca: Kurban dan Adab-adabnya!

Mari gunakan waktu agung agar tidak menyesal kelak di kemudian hari. Ummat ini diberkahi dengan adanya waktu-waktu istimewa, sehingga meskipun usianya rata-rata pendek, tetap mendapatkan pahala yang besar. Semoga kita semua diberi hidayah dan taufiq untuk berbuat baik.

Sunday, June 28, 2015

Waktu Untuk Mulai Mengeluarkan Zakat Fitrah

Sobat Dunia Islam, tanpa terasa puasa ramadhan telah berjalan selama beberapa hari. Perintah untuk melakukan ibadah puasa wajib ini, telah dikaitkan dengan kewajiban untuk membayar zakat fitrah. Banyak kaum muslimin yang belum memahami, mengenai waktu mulai untuk mengeluarkan zakat fitrah ( زكاة الفطر )

Zakat fitrah mengandung makna sebab-akibat, penyebab kewajiban ini karena kita sebagai orang mukmin telah selesai menunaikan puasa di bulan Ramadhan. Zakat fitrah disyariatkan sebab adanya "fitri", yaitu waktu puasa telah selesai. Baca: Perkara Yang Membatalkan Puasa.


zakat

Waktu Untuk Mulai Mengeluarkan Zakat Fitrah


Ada perbedaan pendapat (khilafiyah), menurut Mazhab Syafi'iyah bahwa waktu "fitri" adalah mulai matahari
terbenam di hari puasa terakhir hingga fajar terbit pada tanggal 1 Syawal. (Syarh Shahih Muslim An-Nawawi, 7:58).

Menurut Syekh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rah.a zakat fitrah tidak boleh mendahului waktu fitri.

Jadi, waktu yang paling baik untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah pada hari Idul Fitri, sebelum melaksanakan sholat 'ied. Tetapi boleh dimajukan sehari atau 2 hari sebelum sholat 'ied, untuk memudahan pemberi dan penerima zakat. Jika ditunaikan sebelum itu, tidak diperkenankan (menurut pendapat kuat di antara pendapat para 'ulama).

Waktu menunaikan zakat fitrah:

Waktu yang dibolehkan, adalah sehari atau 2 hari sebelum hari raya.
Waktu afdhal, pada hari raya sebelum sholat dimulai.

Pembayaran zakat fitrah yang dilakukan setelah shalat 'ied, hukumnya adalah haram dan zakatnya tidak sah. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu,


"Barang siapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat maka itu adalah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat maka statusnya hanya sedekah." (H.r. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Kecuali bagi orang yang tidak mengetahui tentang hari raya, misalnya tinggal di daratan terpencil sehingga terlambat mengetahui waktu tibanya hari raya, atau semisalnya. Ini termasuk rukhsah, zakatnya dianggap sah karena ia tidak mengetahui.

Golongan yang berhak menerima
zakat fitrah
Ada 8 golongan yang berhak untuk menerima zakat fitrah menurut Al Qur'an Al Karim.
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ

"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu'allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan." (Qs. At Taubah: 60).

Penggunaan kata "innama" dalam ayat ini menunjukkan ketegasan bahwa zakat hanya diberikan untuk 8 golongan itu, tidak untuk yang lainnya.

Sunday, June 14, 2015

Perkara Yang Membatalkan Puasa

Puasa Ramadhan telah tiba, kita harus mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa. Agar puasa diterima, rukun puasa harus dipenuhi serta mencegah beberap perkara agar puasa tidak batal. Ini adalah syarat wajib secara syar’I, sedangkan hakikat puasa hanya diketahui pahalanya oleh Alloh Swt. Demikian pula puasa diterima ataupun tidak, tiada satupun makhluk yang tahu. Artikel terkait: 5 Keistimewaan Puasa Ramadhan. Perkara yang harus dihindari dalam rukun puasa, agar puasa tidak batal adalah:

Puasa
foto: ligakampung.com

9 Perkara Yang Membatalkan Puasa


1. Muntah disengaja

Mulut yang memuntahkan makanan atau minuman dengan disengaja, menyebabkan batalnya puasa. Jika tanpa sengaja atau disebabkan sakit, maka puasa tidak batal.

Abu Hurairah radiyallahu anhu menceritakan, sesungguhnya Nabi saw bersabda,  "siapa yang tidak sengaja muntah, maka ia tidak diwajibkan untuk mengganti puasanya, dan siapa yang sengaja muntah maka ia wajib mengganti puasanya". (Hadits Hasan Gharib, riwayat al-Tirmidzi dan Ibn Majah)

2. Memasukkan benda ke salah satu lubang anggota tubuh dengan sengaja.

Memasukkan benda seperti makanan, minuman dan segala sesuatu yang masuk melalui lubang di tubuh yang bersambung (mutasil) hingga lambung dengan sengaja. Jika perbuatan itu dilakukan tanpa sengaja atau lupa, puasa tidak batal.

..makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam.. (QS. al-Baqarah, 2: 187)

Dalil yang menerangkan tentang makan dan minum karena tidak sengaja atau lupa:

Siapa yang lupa keadaannya sedang berpuasa lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Alloh-lah yang memberikan makanan dan minuman itu". (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1797 dan Muslim: 1952)

3. Melakukan hubungan badan dengan sengaja

Hubungan badan baik dilakukan oleh pasangan suami isteri menyebabkan puasa menjadi batal, jika dilakukan dengan sengaja dan dalam keadaan sadar. Apalagi jika dilakukan oleh pasangan yang tidak sah. Batas minimal adalah masuknya khasafah ke dalam farji, jika kurang dari itu belum membatalkan puasa.

Selain berdosa, hukuman bagi pasutri yang melakukannya di bulan Ramadhan adalah mengganti (qadla) dan membayar kifarat (membebaskan budak wanita yang mu’min).

Jika tidak memiliki budak untuk dimerdekakan ataupun tidak sanggup dari segi biaya, maka dapat diganti dengan puasa selama 2 bulan secara berturut-turut selain bulan Ramadhan. Larangan di bulan Ramadhan aja diterjang, kemungkinan lebih tidak sanggup untuk puasa selama dua bulan. Alternatifnya adalah membayar fidyah untuk diberikan kepada 60 orang fakir atau miskin. Tiap orang mendapatkan 1 mud dari makanan yang seimbang dengan zakat fitrah.

Jika semua denda atau hukuman tidak sanggup dibayar, kafarat tetap tidak gugur dan terus menjadi tanggungan baginya. Ketika ada kemampuan meskipun dengan mencicil, lakukan saja dengan segera.

4. Mengeluarkan air mani akibat bersentuhan

Dengan menyentuh istri, tanpa hubungan badan kemudian air mani keluar maka membatalkan puasa. Demikian pula menggunakan tangan sendiri ataupun istri. Berbeda dengan yang disebabkan oleh mimpi basah, puasa tidak batal.

5. Mengobati Kemaluan ataupun Dhubur

Mengobati salah satu dari saluran tersebut, atau keduanya (kemaluan dan dhubur) dapat membatalkan puasa.

6. Gila

Gila yang dialami oleh seseorang yang sedang melakukan ibadah puasa, menyebabkan puasa batal.

7. Haid (Menstruasi)

Dianggap haid jika usia wanita minimal 9 tahun, paling cepat terjadi selama 24 jam. Secara umum (ghalib), haid terjadi selama seminggu. Paling lama adalah 15 hari. Jarak antara masa haid bulan kemarin dengan sekarang adalah minimal 15 hari. Jika wanita mengalami menstruasi ketika menjalankan puasa, maka puasanya batal.

"kami (kaum wanita) diperintahkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan, tapi tidak diperintahkan untuk mengganti sholat yang ditinggalkan". (Hadits Shahih, riwayat Muslim)

8. Nifas

Wanita yang mengeluarkan darah dari farjinya setelah proses melahirkan dengan rentang waktu hingga 2 bulan (maksimal) juga dapat menyebabkan puasa batal, jika keluar sewaktu berpuasa.

9. Murtad

Suatu hal yang menyebabkan muslim keluar dari agamanya, misalnya mengingkari keberadaan Allah Swt sebagai dzat tunggal, di saat ia sedang melaksanakan puasa, maka jelas membatalkan puasa.

Demikian 9 Perkara yang membatalkan puasa. Selamat menunaikan ibadah puasa, agar mendapatkan Fadhilah Puasa Ramadhan

Penulis: KH. Syaifullah Amin/Red: Ulil H
referensi: nu.or.id

Saturday, May 16, 2015

Pembuktian Isra Miraj Secara Fisika

Isra dan Miraj merupakan peristiwa penting di dalam Islam. Nabi Muhammad saw mendapatkan perintah langsung dari Alloh swt tanpa perantara di tempat yang malaikat Jibril tak mampu mencapainya. Menurut bahasa, Isra artinya berjalan di waktu malam hari, sedangkan Miraj berarti alat (tangga) untuk naik. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad saw di malam hari dimulai dari Malsjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina). Miraj merupakan kelanjutan dari perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha (langit tertinggi).


isra-miraj

Perjalanan menuju langit ke tujuh hanya memerlukan waktu semalam. Di situlah nabi memperoleh perintah sholat lima waktu, yang wajib dilaksanakan setiap hari. Demikian pula wajib bagi ummatnya.

Di dalam Al Quran juga disebutkan mengenai peristiwa ini:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ


"Maha suci Alloh yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17.Al-Isra':1)

Dan tentang mi'raj Alloh menjelaskan dalam QS. An-Najm:13-18:

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى

لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى



"Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (QS. An-Najm:13-18)

Rasulullah saw melihat secara langsung

Alloh ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah saw. Pada Al Quran surat An Najm ayat 13 di atas, ada kata "Yaro" dalam bahasa Arab yang memiliki arti "menyaksikan langsung". Berbeda dengan kata "Syahida", yang artinya menyaksikan tetapi tidak harus secara langsung. Alloh memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaranNya itu secara langsung.

Pembuktian Isra Miraj Secara Fisika


Physical journey. Di dalam pemahaman secara fisika, banyak orang mempertanyakan kebenaran Isra Miraj; " apakah mungkin manusia melakukan perjalanan sejauh itu hanya dalam waktu kurang dari semalam?". Orang-orang kafir pun menantang Rasulullah saw seperti  diberitakan di dalam Al Quran, surah Al-Israa: 93.

"Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca". Katakanlah: "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"

Juga di dalam sebuah hadits dinyatakan:

"Ketika orang-orang Quraisy tak mempercayai saya (kata Nabi saw), saya berdiri di Hijr (menjawab berbagai pertanyaan mereka). Lalu Alloh menampakkan kepada saya Baitul Maqdis, saya dapatkan apa yang saya inginkan dan saya jelaskan kepada mereka tanda-tandanya, saya memperhatikannya.." (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).

dan banyak Hadith hadith lainnya.

Peristiwa perjalanan Isra' Mi'raj dan teori relativitas.

Diantara keduanya terdapat faktor persamaan, yaitu keduanya membahas tentang perjalanan dari Bumi ke luar angkasa, lalu kembali ke Bumi. Pada peristiwa Isra Miraj, Rasulullah meninggalkan ummatnya di bumi, untuk bepergian ke Masjidil Aqsha  lalu ke Langit ke tujuh, dalam kasus teori relativitas dimisalkan dua saudara kembar A dan B, dimana saudara kembar B bepergian ke luar angkasa.



Ini saja sudah dapat diambil kesimpulan secara jelas, bahwa peristiwa Isra Miraj adalah benar. Tidak mungkin manusia yang hidup pada 14 Abad silam mencontoh teori di abad ke 20 dengan sangat detail. Tidak mungkin Rasulullah  saw mencontoh teori Albert Einstein yang lahir jauh setelahnya!

Teori Relativitas membahas tentang Struktur Ruang dan Waktu dan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Gravitasi. Teori relativitas khusus menggambarkan perilaku ruang dan waktu dari perspektif pengamat yang bergerak relatif terhadap satu sama lain, dan fenomena terkait. Di sini dikenal istilah dilatasi waktu (delay).

Dalam persamaan matematik, teori Einstein ditulis:

t' = waktu benda yang bergerak
t = waktu benda yang diam
v = kecepatan benda
c = kecepatan cahaya

Kecepatan sebuah benda (v) yang mendekati nilai kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya waktu menjadi mundur (-t').

Pembuktian teori relativitas.

Pembuktian dilakukan pada tahun 1971, dengan menggunakan 2 buah jam yang berakurasi tinggi (High precision Cesium Atom clocks) yang di set pada waktu sama sebelumnya.

Percobaan ini menunjukkan perbedaan waktu pada kedua jam, antara jam yang diletakkan di pesawat Intercontinental yang terbang ke arah timur / barat dengan jam referensi yang diletakkan di U.S. Naval Observatory di Washington, waktu jam di pesawat berkurang/bertambah tergantung arah penerbangan.

Dengan adanya pembuktian itu, Albert Einstein dengan teori relativitasnya secara tidak langsung telah membuktikan bahwa kisah perjalanan Rasulullah saw menuju langit ke tujuh dan kembali lagi, dalam semalam adalah sangat masuk akal. Salah satu aplikasi teori relativitas adalah alat GPS di smartphone anda. Dalam hal ini jam satelit di orbit dibandingkan dengan jam di bumi sebagai faktor koreksi pengiriman sinyal.

Pengetahuan tentang dilatasi waktu antar galaxy merupakan sebuah fenomena menarik. Silahkan saja jika ilmuwan mempelajari fenomena di alam. Mudah-mudahan mereka mendapatkan hidayah dari Alloh Swt. Semoga dapat meningkatkan iman kita kepada sang Pencipta Alam semesta ini. Allohu 'alam.

referensi:

Ilmuwan muslim dan teori relativitas . https://bambies.wordpress.com/2012/03/15/1485/
A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C).
Die Spezielle Relativitätstheorie.

Tuesday, May 12, 2015

Hikmah Puasa Syaban Dan Niat Puasa

Bulan Sya'ban adalah bulan mulia, dimana amal-amal seorang mukmin diangkat ke hadirat Alloh Ta'ala. Bulan dimana dosa dimaafkan bagi yang memohon ampunan, kasih sayang dicurahkan kepada mereka yang mengharapkannya dari Ilahi, para pendengki disingkirkan dari para kekasihNya.


syaban
Sebelumnya, bagi sobat yang ingin menjalani puasa di bulan sya'ban. Inilah niatnya, jika dilafadzkan:
نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى


"Saya niat puasa bulan sya'ban , sunnah karena Allah ta'ala"
Peristiwa penting di Bulan Sya'ban antara lain:

Imam Nawawi menerangkan bahwa di hari nifsu Sya'ban (hari ke 15 di bulan Sya'ban) pada tahun ke 2 Hijriyah telah berlaku perpindahan kiblat umat islam, dari Masjid Aqsa menjadi Ka'bah di Masjidil Haram.

Kemenangan bagi muslim pada peperangan Bani Mustalik di tahun ke 5 Hijriyah dan terjadi perang Badar terakhir di tahun ke 4 Hijriyah.

Bulannya Rosulullah saw, berdasarkan sabdanya mahfum hadits "Bulan Rajab adalah bulan Alloh, Sya'ban adalah milik nabi saw dan Ramadhan adalah bulannya ummat nabi saw". Tiap malam nifsu sya'ban, rosulullah selalu shalat dengan durasi sangat lama untuk memenuhi kewajiban syukur kepada Alloh, sehingga Al Hafidh Al Baihaqi dalam kitabnya (Mus-dad) meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Aisyah ra, "Rosulullah saw di suatu malam bangun tidur lalu melakukan sholat. Beliau memanjangkan sujud sehingga aku menyangka bahwa beliau telah wafat. Setelah melihat kondisi itu, aku bangun untuk menggerakkan jarinya sehingga bergerak"

Pada tiap malam pertengahan bulan Sya'ban, rosulullah selalu mendo'akan ummatnya yang masih hidup ataupun telah wafat. Rosulullah memohon ampunan untuk para syuhada.

Bulan dimana Alloh turun ke dunia. Rosulullah menganjurkan kepada kita untuk sholat di malam hari dan puasa di siang hari, karena Alloh turun ke dunia sejak terbenam matahari hingga terbit fajar. Menurut
imam Ghazali, malam nisfu Sya'ban merupakan malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Di malam ketiga belas, Alloh memberikan 1/3 pertologanNya. Sedangkan di malam keempat belas, syafaat diberikan secara penuh. Di malam lima belas, ummat islam dapat memperoleh sangat banyak kebaikan sebagai penutup catatan amal selama 1 tahun. Hal ini disebabkan, pada malam nifsu Sya'ban catatan amal penghuni bumi akan dibawa naik ke hadapanNya.



Bulan untuk tilawah Qur'an, sebagaimana perkataan dari Salamah Bin Suhail bahwa bulan Sya'ban adalah bulannya para Qurra (pembaca Al Qur'an).

Rosululloh melarang kita untuk puasa, sehari maupun 2 hari menjelang bulan sya'ban berakhir. Hal ini sesuai mahfum hadits dari Abu Hurairah yang disebutkan oleh Bukhari dan Muslim. Menurut imam Nawawi yang ditulis di kitab Majmu', hal ini dibolehkan jika anda mempunyai kebiasaan puasa Daud maupun senin-kamis.

Hikmah Puasa Syaban Dan Niat Puasa Sya'ban

Sebagai latihan untuk menghadapi puasa Ramadhan. Sya'ban terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Ketika Ramadhan datang, kita diharapkan telah siap untuk menyambutnya dan mengisi dengan berbagai amal baik.

Banyak pahala dapat diperoleh, bagi mukmin yang mau melakukan puasa di bulan ini.
Puasa juga dapat menyehatkan tubuh, seperti mahfum hadits yang diriwayatkan oleh imam Thabrani

Beruntung bagi mereka yang dapat melaksanakan ibadah puasa dan amal kebaikan di bulan ini. Ini juga merupakan salah satu bentuk taqarrub dan pembentukan pribadi yang baik. Semoga pintu hati kita dibuka untuk menerima hidayahNya. Hidayah tidak dapat dipaksakan, karena murni milik Alloh. Bahkan rosululloh saw hanya bisa memohonkan untuk ummatnya, ketentuan pada pemilik alam semesta ini.

Bulan Rajab telah berganti dengan Sya'ban. Semoga menjadi sebuah awal yang baik untuk menghadapi bulan berikutnya, yaitu Ramadhan.