.secret {text-align:centerdisplay:none} .secret-share {padding:20px;text-align:center;border:3px solid #ddd} -->

Friday, August 31, 2012

Fakir Tapi Dermawan

Di Mesir terdapat seorang budiman yang selalu berbuat baik dan mengumpulkan dana untuk orang-orang fakir miskin. Jika ada seseorang yang meminta kepadanya, ia akan meminta kepada orang kaya untuk diberikan kepada orang yang meminta tadi.

Seorang fakir telah datang kepadanya dan berkata, "Anakku telah lahir, dan aku tidak mempunyai sesuatu untuk perawatannya". Maka orang dermawan itu bangun dan meminta bantuan kepada orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang yang meminta tadi. Akan tetapi ia tidak mendapat apa-apa (biasanya orang yang meminta-minta akan sulit mendapatkan bantuan, meskipun bantuan tersebut akan dberikan kepada orang lain).

Ia sangat kecewa karena usahanya tidak membawa hasil. Dengan perasaan kecewa, ia mendatangi makam seorang dermawan untuk menceritakan kejadian yang dialaminya, kemudian ia pergi. Setelah itu, ia mengeluarkan uang satu dinar dari sakunya dan memecahnya menjadi dua. Separuh bagian dinar tersebut ia simpan, dan yang separuh lainya diberikan kepada orang fakir itu dan berkata, "Aku utangkan uang ini kepadamu, gunakanlah untuk keperluanmu". Seandainya suatu saat nanti kamu punya harta, kamu harus membayar utang itu". Orang itupun pergi dan membawa uang itu dan menyempurnakan keperluannya.

Fakir Tapi Dermawan

Pada malam harinya, orang yang mempunyai uang satu dinar itu melihat dalam mimpi bahwa penghuni kubur yang diziarahinya berkata, "Aku telah mendengar semua pembicaraanmu, akan tetapi aku tidak diberi izin untuk menjawabnya. Pergilah kamu kepada keluargaku, dan katakan kepada mereka bahwa di bagian rumah yang di atasnya sedang dibuat tungku, terdapat sebuah tempat dari kaca. Di dalamnya terdapat uang 500 dinar itu. Berikanlah uang itu kepada orang fakir itu.".

Pada pagi harinya, pergilah ia ke rumah tersebut untuk menceritakan semua kisah dan apa yang ia lihat dalam mimpi. Mereka menggali tempat itu dan mengeluarkan tempat terbuat dari kaca yang berisi 500 dinar itu dan memberikannya kepada orang yang suka berbuat baik itu

Orang tersebut mengatakan bahwa mimpi bukanlah syariat, mereka adalah pewaris dan pemilik harta ini. Karena itu ia tidak akan mengambil uang ini hanya karena mimpi. Akan tetapi ahli waris itu memaksanya untuk mengambilnya sambil berkata, "kalau orang yang sudah mati saja bisa berbuat dermawan, alangkah memalukannya orang yang masih hidup yang tidak dermawan".

Karena desakan ahli waris tersebut ia telah mengambil dinar yang dimaksud untuk diberikan kepada orang fakir tersebut, dan menceritakan semua kisahnya. Orang fakir itu hanya mengambil satu dinar saja, dan memecahkannya menjadi dua bagian. Satu bagian dimasukkannya ke dalam sakunya, sedangkan yang lainnya diberikan kepada orang yang budirnan tersebut sambil berkata, "Ini sudah cukup untuk keperluanku, selebihnya rnelebihi keperluanku, untuk apa aku mengambilnya?". Kemudian ia bagikan uang sisa tadi kepada fakir miskin sambil menceritakan semua peristiwa yang diaiaminya.

Penyusun kitab Ithaf berkata, "Dari kisah ini, marilah kita renungkan siapakah yang paling dermawan, si mayitkah atau ahli keluarganya? Menurut saya, orang fakir itulah yang paling dermawan, karena walaupun ia memiliki keperluan yang begitu mendesak, ia tidak suka mengambil lebih dari separuh dinar.". (Ithaf)
Judul: Fakir Tapi Dermawan
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh TEGUH T.A

Sudilah Memberi masukan dg mengisi komen di bwh ini ! ...

Jazzakalloh Khoiron udah silaturahmi ke DUNIA ISLAM
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+

0 comments:

 

dunia islam Copyright © 2009 |Privacy Policy|WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template